Media Massa Diminta Mendukung Kekayaan Kosakata Bahasa Indonesia

Diterbitkan oleh Redaksi pada Kamis, 2 Juni 2016 11:59 WIB dengan kategori Tanjungpinang dan sudah 880 kali ditampilkan

TANJUNGPINANG - Kehadiran sejumlah media massa di Indonesia kerap kurang mendukung dalam kekayaan kosakata Bahasa Indonesia yang ada, media massa cenderung kalah dengan selera umum bahasa yang ada di masyarakat.

Pengalaman pahit ini pernah dialami salah seorang wartawan sebuah media ternama di Tanjungpinang, Kepulauan Riau Fatih saat menjadi peserta Diseminasi Program Pengadaan Bahasa Kantor Bahasa Kepulauan Riau, Kamis (2/5) di Asrama Haji, Tanjungpinang, Kepulauan Riau.

"Saya pernah menulis berita tentang Dari ng yang bermakna dalam jaringan sebagai padanan kata online. Nah, redaktur saya malah mengganti kata Daring dengan online jadi kita mengalami dilema terkait hal ini," kata Fatih.

Sementara itu, Ashari pembicara dari Kemendikbud mengungkapkan di tingkat pusat sudah ada forum media.

"Di awal-awal kita juga menyadari hal ini akhirnya kita di pusat membangun kerjasama dengan media untuk membentuk sebuah forum agar media membakukan atau menyesuaikan dengan bahasa kita," kata Ashari.