Revolusi Mental di Bulan yang Suci

Diterbitkan oleh Redaksi pada Sabtu, 4 Juni 2016 13:58 WIB dengan kategori Opini dan sudah 1.558 kali ditampilkan


 

Didalam bulan itu ada satu malam yang lebih baik dari seribu bulan, barangsiapa yang terhalang dari kebaikannya sungguh ia rugi.” Sungguh jika kita membaca dan meresapi hadits Rasulullah betapa sungguh istimewa bulan Ramadhan, karena dibulan suci ini lah pintu-pintu surga dibuka selebar-lebarnya dan pintu-pintu neraka ditutup serapat-rapatnya. Dan juga ada satu malam yang sungguh luar biasa adalah malam Lailatul Qadr yang didalamnya ada kebaikan yang berisikan pahala yang lebih baik dari 1000 Bulan.

Ramadhan sebagai bulan yang penuh dengan penempaan diri didalam jalannya waktu selama satu bulan, kita harus memulai kehidupan sedikit berbeda dengan hari hari dan bulan-bulan lainnya, dibulan ramadhan kita harus bangun lebih awal untuk melaksanakan sahur sebagai awal untuk memulai puasa dan akan menahan haus dan lapar hingga terbenamnya matahari. Tetapi puasa bukanlah hanya sekedar menahan haus dan lapar ada sesuatu yang sering dilupakan manusia dibalik esensi Allah mewajibkan kita untuk berpuasa di bulan suci Ramadhan. Kita semua tahu bahwa Ramadhan begitu banyak memiliki keberkahan sehingga jika kita jelaskan secara menyeluruh keberkahan yang ada di bulan Ramadhan maka kita akan selalu berharap mengapa Ramadhan hanya disiapkan hanya untuk satu bulan saja seharusnya Ramadhan diberikan selama setahun penuh, tetapi apa yang kita harapkan setelah Ramadhan ini hadir dan setelah Ramadhan ini pergi tentu sebuah perbaikan diri yang begitu signifikan.

Dengan momentum Ramadhan yang akan datang ini dan sebagai implementasi revolusi mental yang telah dicanangkan oleh Presiden Joko Widodo seharusnya ini menjadi salah satu solusi untuk lebih memudahkan dalam mengimplementasi hal tersebut, revolusi mental yang diharapkan Presiden Joko Widodo yang dimana revolusi mental bangsa Indonesia yang berkarakter santun, berbudi pekerti, ramah, dan gotong toyong tetapi sepanjang perjalanan zaman semua karakter bangsa Indonesia itu hilang secara perlahan sehingga munculnya korupsi, kolusi, nepotisme, kebobrokan moral yang begitu drastis, ketidakpekaan sosial, kurangya disiplin didalam diri. Sehingga dengan datangnya Ramadhan kita harus mulai mengintropeksi diri kita agar jangan sampai hal buruk tersebut terulang kembali dan kita bisa mengurangi secara perlahan kesalahan yang telah diperbuat.

Kita lihat contoh kebobrokan moral anak bangsa saat ini, anak Sekolah Dasar sudah mulai berpacaran dan menunjukan kemesaraannya dimedia social seperti perlakuan oraang dewasa, ini sungguh miris untuk dilihat kita tidak tau siapa yang harus disalahkan yang harus kita pahami adalah apa langkah konkrit yang harus kita lakukan agar tidak terjadi lagi hal seperti itu. Dan juga kita lihat anak anak dibawah umur sudah mengoleksi video porno dan bahkan parahnya membuka video tersebut disekolahan, serangan pornografi dan pornoaksi terhadap generasi muda sangatlah membahayakan, pornogrfi dan pornoaksi yang begitu deras dan tak terbendung ini sangatlah merusak pikiran generasi muda pewaris bangsa sehingga akan timbul efek negatif seperti pemerkosaan dan pelecehan yang seharusnya hal ini tidak terjadi. Hal ini lah yang tidak ingin menjadi sebuah fenomena yang biasa sehingga masyarakat hanya menganggap hal ini sebuah masalah kecil dan tidak perlu dipikirkan solusinya sehingga makin lama menjadi sebuah penyakit yang tidak bisa disembuhkan dan tidak ada penawarnya.

Ramadhan sebagai bulan yang begitu istimewa yang telah disiapkan oleh Allah, kita gunakan kesempatan ini untuk memperbaiki diri, mengintropeksi diri, dan memuhasabah diri agar kesalahan masa lalu yang pernah dilakukan tidak pernah terulangi kembali dan untuk masa yang dijalani semoga menjadi lebih baik lagi. Ramadhan selalu memberikan solusi terbaik dalam menyelesaikan permasalahan yang ada dalam bangsa ini, kita lihat permasalahan moral anak bangsa yang bobrok kita bisa kurangi dengan adanya ramadhan ini kita bisa membuat sebuah kegiatan yang memberikan pemahaman terkait keislaman yang sebenarnya seperti pesantren ramadhan yang dimana para generasi muda diberikan materi keislaman yang sesuai Al-Quran dan As-Sunnah, diberikan contoh teladan dengan cerita sejarah perjuangan nabi dan para sahabat terdahulu sehingga setelah Ramadhan ada sesuatu yang berkesan dan menjadi pegangan dalam menjalani kehidupan. Abdul Aziz Muhammad Azzam (2009), mengatakan bahwa puasa bukanlah suatu ujian dan kesulitan, melainkan suatu latihan (riadhah) dan pendidikan, perbaikan, pembersihan, dan pembinaan akhlak. Sehingga ia lulus dari latihan itu sebagai orang yang memiliki keutamaan, kesempurnaan dan mampu mengendalikan hawa nafsunya. Ramadhan memanglah sebuah momentum terbaik untuk sebuah solusi perbaikan sehingga keluarnya kita di bulan Ramadhan ini menjadikan kita sebagai manusua yang kuat menahan godaan yang datang, kita bisa menahan nafsu yang begitu tidak terkontrol saat kita diluar Ramadhan. Ketika hawa nafsu kita bisa dikontrol karena dengan adanya didikan Ramadhan maka permasalahan seperti Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme yang tengah menggrogoti bangsa kita bisa secara perlahan dihilangkan, hal seperti KKN ini terjadi karena rasa cinta ke dunia yang berlebih dan juga nafsu yang tidak terkontrol dikarenakan ingin memiliki apa yang ada didunia ini makanya kita selalu melakukan segala cara agar hal dunia bisa kita dapatkan tidak peduli itu halal atau haram, sesuai dengan firman Allah dalam surah Muhammad ayat 36  "Sesungguhnya kehidupan dunia hanyalah permainan dan senda gurau. Dan jika kamu beriman serta bertakwa, Allah akan memberikan pahala kepadamu dan Dia tidak akan meminta harta-hartamu." Sungguh ayat ini harus menjadikan kita terus selalu berorientasi kepada akhirat bukan malah menjadikan kita menumpukkan kekayaan didunia yang bagi Allah harta yang kita miliki tidak akan bermanfaat sedikit pun kecuali digunakan untuk jalan kebaikan. Bulan Ramadhan segala amal kebaikan yang kita lakukan akan Allah lipat gandakan, selalu ada keberkahan didalam bulan Ramadhan.

Untuk bagi siapa saja yang ingin terus memperbaiki diri sebagai individu dan memperbaiki moral serta akhlak anak bangsa yang semakin bobrok ini. Sehingga keluar dari ramadhan ini permasalahan bangsa kita bisa diselesaikan dengan iman yang mantap karena kita telah ditempah habis dibulan yang suci. Ramadhan  sebagai langkah konkrit untuk memperbaiki sikap kita yang masih selalu menghabiskan waktu sia-sia, kita yang masih tidak disiplin dalam melaksanakan ibadah kepada Allah, hawa nafsu yang bisa terkendali dengan perlahan akan mengurangi segala bentuk kecintaan yang berlebihan terhadap dunia yang bisa membuat kita akan lupa bahwa segala bentuk kesalahan yang sering dilakukan negeri ini adalah karena kepentingan pribadi maupun golongan yang ingin memperkaya diri yang mengikuti hawa nafsu, kebobrokan moral anak bangsa yang perlahan bisa di tanggulangi dengan adanya pendidikan dibulan ramadhan, yang menekankan bagaimana Al-Quran memberikan sebuah pedoman bagaimana seharusnya sebagai pemuda yang di abadikan oleh Al-Quran  “Kami kisahkan kepadamu (Muhammad) cerita ini dengan benar. Sesungguhnya mereka adalah pemuda-pemuda yang beriman kepada Tuhan mereka, dan Kami tambah pula untuk mereka petunjuk.” Kisah pemuda yang begitu istiqomah dijalan kebenaran yang memegang tehguh aqidahnya akibat dari penguasa yang zalim. Negara ini butuh pemuda yang ingin bergerak untuk melakukan perbaikan dengan tanpa melupakan Tuhannya, pemuda yang memiliki idealisme yang begitu kokoh akan cinta tanah air tanpa harus menduakan     Tuhannya, pemuda yang memiliki semangat belajar yang tinggi akan pengetahuan dunia tanpa harus melupakan ilmu agama yang akan dibawa sampai mati. Di waktu yang tepat ini yang sebentar lagi kita jumpai Ramadhan bulan nan suci kita berharap bisa keluar dari ramadhan menjadi pribadi yang lebih baik dari sebelumnya. Selalu ada jalan untuk kita yang ingin berhijrah memperbaiki diri kearah yang lebih baik, tidak ada pengharapan kecuali hanya kepada Allah SWT, “Katakanlah (wahai Muhammad): Wahai hamba-hambaKu yang telah melampaui batas terhadap diri mereka sendiri (dengan perbuatan-perbuatan maksiat), janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah, kerana sesungguhnya Allah mengampunkan segala dosa; sesungguhnya Dialah jua Yang Maha Pengampun, lagi Maha Mengasihani”. Semoga Ramadhan kita tahun ini menajdi ramadhan yang berkah dan penuh dengan rahmat Allah yang berlimpah.Selamat menyambuat bulan suci ramadhan 1437 Hijriah mohon maaf lahir dan batin.