Enam Anggota Polda Sumut Diduga Bocorkan Jawaban Tes Penerimaan Polisi

Diterbitkan oleh Redaksi pada Senin, 13 Juni 2016 10:15 WIB dengan kategori Nasional dan sudah 889 kali ditampilkan

MEDAN - Tim Paminal Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Utara masih mendalami keterlibatan enam anggota polisi yang bertugas sebagai anggota panitia penerimaan bintara polisi Polda Sumut tahun 2016.

Keenam oknum anggota tersebut diduga terlibat dalam jual beli dan membocorkan kunci jawaban ujian calon siswa bintara dalam seleksi penerimaan Brigadir tahun 2016 di Gedung Serba Guna, Jalan Williem Iskandar,  Minggu 12 Juni 2016.

Ke-enam polisi tersebut yakni Aiptu Wilmar, Bripda Ahli Ridho Mengundang, Bripda Rajendro, Bripda Arif Kurniawan, Bripda Surya Lubis dan Iptu Doni Simanjuntak. Jika terbukti, mereka terancam sanksi.

Kabid Humas Polda Sumut, AKBP Rina Sari Ginting mengatakan, pemberian sanksi terhadap polisi tersebut tergantung dari hasil pemeriksaan Paminal Polda Sumut.

Selain mengamankan keenam oknum tersebut, Polisi  juga mengamankan lima calon siswa (casis) Polri, masing-masing bernama Helgi Formatting, Ganang Purwaka, Mhd Fahreza Kesuma, Abdullah Fitra S dan Ina.

Penangkapan para panitia pemerimaan anggota Polri bermula saat salah seorang casis polisi wanita (polwan) bernama Ina, yang duduk di sektor 11 memfoto soal jawaban mata pelajaran Pengetahuan Umum Brigadir Polri tahun 2016 yang tengah diujikan.

Setelah memfoto soal ujian itu, casis polwan itu kemudian mengirimkan gambarnya lewat layanan aplikasi line kepada Bripda Surya Lubis.

Setelah menerima foto soal ujian itu, Bripda Surya Lubis yang kebetulan merupakan panitia kemudian mengirimkannya ke Iptu Doni Simanjuntak yang bertugas di Sekolah Polisi Negara (SPN) Sampali, untuk menjawab soal yang dimaksud, dan kemudian membagikannya kepada panitia yang lain untuk diteruskan kepada sejumlah casis lainnya.

Saat menyebar kunci jawaban tersebut, ternyata anggota Polri bidang pengawasan mengetahui aksi curang para bawahannya. Mereka yang terlibat kemudian diamankan ke Polda Sumatera Utara. (okz)