Pasien RSL Daik Mengeluh Buruknya Mobil Ambulance
LINGGA - Sejumlah pasien yang memanfaatkan layanan Rumah Sakit Lapangan (RSL) Daik mengeluhkan buruknya kondisi mobil ambulance yang berada di RSL tersebut. Pasalnya, mobil yang sering digunakan untuk antrajemput pasien itu terlihat sangat memprihatikan dan sangat minim perawatan.
Pantauan dilapangan, dari tiga unit mobil ambulance di RSL Daik yang sering aktif cuma satu unit. Satu unit ambulance ini, dimanfaatkan untuk antar jemput pasien di wilayah pulau Lingga termasuk ke Sei Pinang (Lingga Timur) maupun ke Lingga Utara (Pancur). Luasnya wilayah tempuh satu unit ambulance ini sehingga mobil tersebut cepat rusak.
Terlihat mobil ambulance dengan tipe kijang baru tersebut sudah memprihatinkan. Selain bemper belakang mobil yang copot, lantai ruangan mobil untuk pasien sudah dilapisi triplek.
Salah satu keluarga pasien yang baru-baru ini naik mobil ambulance untuk mengantar orang tuanya yang sakit dari Desa Kerandin ke RSL Daik, Sena menuturkan kondisi mobil ambulance yang ditumpangi membawa ibunya tersebut sudah sangat memprihatinkan.
"'Aih terok na' mobil ambulance ni. Sudah lah jalan buruk, di dalamnya begelegar," ujarnya dengan dialek Melayu Senin (27/6) saat di temui Terkininews di RSL Daik.
Dituturkan, waktu membawa orang tuanya dengan mobil tersebut, ia justru berusaha memegangi orang tuanya agar tetap aman. Apalagi, ketika melewati pendakian Bukit Bayi, sampai Musai.
"Kalau ada pasien yang hamil, mungkin langsung melahirkan diatas ambulance ketika melintas di jalan Bukit Langkap Musai,"ujar Sena memgumpamakan.
Untuk layananan pasien di desa-desa Sena mengatakan memang tidak langsung dihubungi, namun dihubungi pihak Pustu (Pusat Kesehatan Terpadu).
"Waktu antar pasien kita hubungi pihak Pustu. Nanti pihak Pustu yang menghubungi jika ada pasien di desa,"imbuhnya.

