Laga Prancis-Portugal 2016 Beraroma Islandia

Diterbitkan oleh pada Ahad, 10 Juli 2016 21:51 WIB dengan kategori Olah Raga dan sudah 1.284 kali ditampilkan

Final Piala Eropa 2016 akan mempertemukan Prancis dan Portugal. Kedua tim tersebut sama-sama pernah jumpa Islandia sebelumnya. Prancis memastikan diri ke final usai mengalahkan tim tangguh Jerman dengan skor 2-0, Jumat (8/7/2016) dini hari WIB.

 

Ini menjadi final ketiga Prancis di turnamen internasional di negaranya sendiri. Sebelumnya, mereka pernah melakukan capaian tersebut di Piala Eropa 1984 serta Piala Dunia 1998, dalam dua kesempatan tersebut Tim Ayam Jantan keluar sebagai juara.


Lawan yang akan dihadapi Prancis adalah Portugal, Cristiano Ronaldo dkk melaju ke partai puncak usai mengandaskan wakil Britania Raya terakhir, Wales, dengan keunggulan 2-0.


Pertemuan Prancis dan Portugal di final mendapat perhatian dari Federasi Sepak bola Islandia (KSI). Seusai laga Prancis vs Jerman, KSI berkicau di Twitter yang isinya final Piala Eropa 2016 beraroma Islandia. Mengapa demikian?


Jika menilik perjalanan kedua tim sejak fase grup, mereka pernah berjumpa dengan Islandia. Portugal yang berada di Grup F pernah ditahan imbang Islandia 1-1 di laga pembuka grup. Selanjutnya, Seleccao das Quinas finish di peringkat ketiga di bawah Islandia yang jadi runner up.


Cerita berbeda dibuat Prancis, mereka berjumpa Islandia di perempatfinal. Sebelumnya, Islandia secara sensasional mengalahkan Inggris 2-1 di 16 besar. Sayang, Gylfi Sigurdsson dkk harus tersingkir setelah dihajar 5-2.

 

The Euro 2016 final will be between the only team that managed to beat Iceland and a team that finished below Iceland in the group..Not bad!


"Final Euro 2016 akan menjadi laga antara tim yang satu-satunya mengalahkan Islandia dan tim yang finish di bawa Islandia di fase grup...tidak buruk!" demikian isi kicau KSI.


Prancis mengincar gelar Piala Eropa ketiganya sekaligus menyamai capaian Spanyol dan Jerman sebagai pengumpul trofi terbanyak. Sedangkan Portugal berambisi meraih trofi pertamanya setelah pada 2004 mereka dikalahkan Yunani di final.(INILAH)