PJI Desak Panglima TNI Tindak Tegas Oknum Pelaku Penganiaya Dua Jurnalis

Diterbitkan oleh Kasmadi pada Senin, 15 Agustus 2016 22:32 WIB dengan kategori Makassar dan sudah 687 kali ditampilkan


MAKASSAR, -- Tak ubahnya tindakan menghalang-halangi publik mendapatkan informasi, penganiayaan yang menimpa kedua jurnalis tersebut yang selain melanggar KUHP, Undang-Undang No 40/ 1999 tentang Pers telah menjamin kemerdekaan pers, dimana pers  mempunyai hak mencari, memperoleh, dan menyebarluaskan gagasan dan informasi.

Merespon kasus penganiayaan yang menimpa dua jurnalis di Medan, Provinsi Sumatera Utara, Senin (15/08/2016) siang. Perhimpunan Jurnalis Indonesia (PJI) Sulawesi Selatan mengecam keras penganiayaan tersebut.

PJI mendesak Panglima TNI untuk menindak tegas oknum pelaku penganiaya kedua jurnalis dan dianggap telah melakukan pelanggaran hak asasi nanusia (HAM) dan pelaku juga dianggap telah melanggar UU No 40 Tahun 1999 tentang Pers.

Sebab UU No 39 Tahun 1999 tentang HAM juga telah menegaskan bahwa perlindungan terhadap kerja-kerja wartawan merupakan bagian dari HAM.

Kerja-kerja wartawan sebagaimana dimaksud UU ini berkait kelindan dengan tugas-tugas jurnalistik yang meliputi hak mencari, memperoleh, memiliki, menyimpan, mengolah, dan menyampaikan informasi.

Karena itu kami juga meminta Komnas HAM dan Dewan Pers turun tangan mengawal kasus penganiayaan rekan kami yang pelakunya diduga oknum dari TNI Angkatan Udara dan Pasukan Khas Landasan Udara Suwondo.

Informasi yang diperoleh PJI Sulsel, kedua jurnalis yang menjadi korban penganiayaan itu adalah Andri Safrin dari MNC TV dan Array Argus, wartawan dari Tribun Medan (Tribunnews Network).

Adapun penganiayaan itu terjadi saat kedua korban sedang meliput aksi warga Sarirejo, Medan, Senin (15/08/2016). Kedua korban dipukul dengan kayu, pentungan, dan senjata laras panjang. Mereka juga diinjak-injak oleh oknum tersebut.

Menurut penuturan Array, awalnya ia mau wawancara ibu-ibu warga setempat. Lagi duduk di sebelah ibu itu, ia ditarik. Lalu dihantam kayu. Kemudian korban diseret dan dinjak-injak.

Array mengaku sebagai wartawan dengan memperlihatkan id-card-nya. Tetapi pelaku terus memukulnya. Saat ini kedua wartawan sedang dirawat di ruang IGD RS Mitra Sejati.