Pemerintah Dan Masyarakat Gotong Royong Hijaukan TPA Tamanggapa

Diterbitkan oleh Admin pada Senin, 24 Oktober 2016 11:59 WIB dengan kategori Makassar dan sudah 732 kali ditampilkan

MAKASSAR, -- Sebanyak 1.000 pohon Trembesi, Mahoni, dan Ketapang yang ditanam di sepanjang jalan masuk menuju areal pembuangan TPA Tamangapa, dan ditambah 2.000 pohon stek batang sambung nyawa yang dalam istilah lokal dikenal dengan kayu Tamalate, menghijaukan areal TPA.

"Penanaman 1.001 Pohon adalah gerakan gotong - royong antara pemerintah dan masyarakat. Gerakan ini juga berkorelasi dengan gerakan Makassar ta Tidak Rantasa," kata Wali Kota Danny. 

Penanaman 3.000 pohon di TPA Tamangapa, di pimpin langsung Wali Kota Makassar, Mohammad Ramdhan 'Danny' Pomanto, senin (24/10/2016). ditujukan guna membangun sinergitas antara pemerintah dan warga di bidang lingkungan hidup serta mengenalkan TPA pada warga.

Penghijaun tersebut guna meminimalisir pengaruh bau dari gas metan yang dilepaskan sampah ke udara, dan juga sebagai salah satu peningkatkan persentase luasan RTH di Makassar.

Ada 14 titik tanam dari 3.000 pohon yang secara bergelombang menjadi lokasi penghijauan, dimana jumlah itu menyesuaikan dengan jumlah kecamatan yang ada di Makassar.

"Selain 3.000 pohon yang akan ditanam. Hari ini kita juga menanam 100 tanaman  markisa dari DKP3," ujar Kepala Dinas Kelautan, Perikanan, Pertanian, dan Peternakan Makassar, Rahman Bando. 

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan Makassar, Abdul Gani Sirman menyampaikan kegiatan penanaman 3.000 pohon di TPA Tamangapa juga ditujukan untuk menyukseskan target pemerintah kota meraih Adipura Kirana tahun ini. 

"Pemerintah bersama masyarakat bersatu mewujudkan capaian Adipura Paripurna tahun ini," sebut Plt Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan Makassar, Gani Sirman. 

Diketahui, pada penilaian Adipura, pengelolaan TPA memiliki poin hingga 50. Saat ini di TPA Tamangapa melayani buangan sampah dari Tangkasaki yang mencapai 150 unit, mobil Ambrol 15 unit, dan Kontainer 65 unit yang disebar di 14 kecamatan. 

Khusus Tangkasaki membutuhkan waktu 1,5 sampai 2 jam untuk membongkar sampah karena dilakukan secara manual, sementara mobil Ambrol membutuhkan waktu 5 menit karena menggunakan sistem mekanis. 

Volume sampah terbesar yang masuk ke TPA Tamangapa berasal dari Biringkanayya dan Tamalate yang dalam sehari bisa mencapai 24 Ton dari 6 unit mobil Tangkasaki milik kecamatan Biringkanayya, di luar mobil tersier dari kebersihan, dan sekitar 20 Ton dari kurang lebih 10 unit mobil Tangkasaki milik kecamatan Tamalate. 

Jumlah ini bisa lebih besar mengingat ada armada Tangkasaki yang lebih dari sekali mengangkut sampah ke TPA Tamangapa.(*)