Metode CAHASI Cara Sederhana Asah Kemanpuan Menulis Siswa

Diterbitkan oleh Adhie pada Kamis, 17 November 2016 15:34 WIB dengan kategori Makassar Pendidikan dan sudah 1.055 kali ditampilkan

MAROS, -- metode Cahasi (Catatan Harian Siswa). Metode ini menurut Badaria salah seorang guru kelas IV SDN 178 Inpres Bontoa, Maros, efektif untuk tingkatkan kemampuan siswa menulis. “Tulisan siswa saya saat ini panjang-panjang, lebih kaya kosa kata dan lebih sistematis.

Menerapkan metode Cahasi ini, Badaria terlebih dahulu menjelaskan dan memberi contoh dengan bisa menuliskan apa saja mengenai kegiatan hari itu, misalnya mandi, sikat gigi, membantu menyapu rumah, berangkat ke sekolah dan seterusnya.

Tidak perlu aturan ketat, yang penting mengalir saja. “Biarkan mereka menulis secara bebas. Tidak perlu banyak berpikir, yang penting tuangkan saja,” ujar Badria (17/11/2016). Di ruang mengajarnya

Judul tersebut menjadi acuan tulisan yang disusun siswa selama satu minggu dan tiap harinya selama satu minggu mereka harus menulis kegiatan yang berbeda dari hari sebelumnya.

Setiap selesai satu tulisan di hari itu, tugas dikumpulkan pada sebuah boks di kelas dan waktu menulisnya terserah siswa, bisa di sekolah, bisa di rumah.

Setelah satu minggu terkumpul, siswa  merangkaikan kalimat-kalimat yang telah ditulisnya selama satu minggu tersebut dan menyusunnya menjadi satu kesatuan tulisan.

Untuk memastikan bahwa setiap siswa menulis dengan baik berdasarkan kaidah penulisan, Badaria  mendampingi setiap siswa mengenalkan kata sambung, menghilangkan kata-kata berulang dan sebagainya.

“Saya mendampingi satu persatu, dan juga memberi contoh di depan. Namun saya juga menghindari terlalu kritis mengoreksi tulisan siswa, karena dapat menyurutkan semangat dan motivasi siswa dalam menulis,” papar Badaria.

“Supaya ketrampilan komunikasi siswa dan kepercayaan dirinya juga meningkat,” ujarnya. Tulisan yang terbaik dan presentasi terbaik mendapatkan hadiah dari bu Badaria. 

Pada awal metode ini diterapkan, siswa cuma mampu menulis pendek-pendek saja bahkan tidak sampai satu halaman, lama kelamaaan setelah beberapa bulan diadakan, tulisannya berkembang dengan baik. “Bahkan dalam beberapa hari saja, kini mereka sudah mampu menulis sampai 3-4 halaman, dengan kosa kata yang lebih bervariasi,” sambung Badaria.

Sementra itu Halimah, Dosen UIN Alauddin Makassar mengatakan inovasi-inovasi cara efektif membuat siswa semenjak dini memiliki ketrampilan menulis adalah hal yang sangat urgen.

“Banyak mahasiswa saya, saya dapatkan tidak bisa menulis dan tugasnya hanya hasil kopi paste dari internet, hal Ini saya yakin karena semenjak sekolah dasar, mereka  tidak dilatih dan dibiasakan menulis secara teratur dan sistematis yang akhirnya tugas-tugas mereka dalam bentuk skripsi, esai dan sebagainya, tidak fokus, tidak nyambung dan sering melebar kemana-mana, menyulitkan kami untuk mengoreksinya ,” ujar salah satu fasilitator USAID PRIORITAS ini.           

Jamaruddin, Koordinator Provinsi USAID PRIORITAS Sulawesi Selatan, juga mengakui metode ini perlu ditiru oleh pengajar lain. “Praktik ini sederhana tapi efektif.

Kegiatan menulis dan menceritakan kembali tulisan ini mampu meningkatkan ketrampilan komunikasi siswa yang amat berguna untuk menunjang masa depannya, terang Jamaruddin.(*)