Dinkes Makassar Dinilai Lemah Dalam Pengawasan Higienis Usaha Kuliner
MAKASSAR, -- Menanggapi issu viral higienisasi yang terjadi pada Rm. Makan mie titi cabang boulevard Makassar membawa Advokat dan konsultan hukum Aiswariah Amin mengklarivikasi yang terjadi.
Aiswariah Amin mengatakan bahwa apa yang terjadi murni pada kelalaian dari pramusaji yang tidak mengindahkan aturan dari pihak pengelola Rm. Mie Titi cabang boulevard Makassar.
Sementara itu menurutnya terkait perijinan higienis dan proses penyajian dapur Rm. Mie titi sepenuhntya telah dibenahi sedemikian rupa sehingga menjadi layak untuk di konsumsi
"kejadian ini juga ada baiknya sehingga menjadi teguran buat pengelola dan jadi perhatian kebersihan dari rumah makan mie titi" jelas Advokat dan konsultan hukum yang akrab disapa Ais Amin.
Lanjut dia jelaskan di hadapan media bahwa izin higienis dan sertivikat halal dari rumah makan mie titi telah dalam pengurusan. Terangnya rabu (14/12/2016).
Ditempat terpisah sekretaris Laskar Merah Putih Sulawesi Selatan, Djaya Jumain mengatakan bahwa pengawasan dari dinas kesehatan kota makassar dinilai masih lemah karena masih adanya pengusaha kuliner lain yang belum mengantongi izin layak higienis yang salah satunya warung mie titi di jalan boulevard makassar sulawesi selatan .
Kepala dinas kesehatan kota makassar, Naisyah Tun Azikin seharusnya menurunkan tim mendata pengusaha kuliner di makassar, sehingga pengusaha yang ada di kota makassar melengkapi kekurangan data yang di persyaratkan sesuai prosedur yang berlaku. Papar Djaya
"ini yang jadi masalah karena beberapa pedagang sudah beroperasi selama bertahun tahun namun belum mengantongi izin layak higienis, tegas djaya jumain"
Djaya berharap pedagang kuliner di Makassar memperhatikan higienis makanan yang akan di sajikan kepada konsumen jangan mengejar untung semata karena bisa jadi konsumen mengalami sakit akibat telah mengkomsumsi makanan tersebut.(*)

