KAMMI Bedah Konsep Pembangunan SDK Kalma Jelang Pilgub Sulbar 2017
MAKASSAR, -- Pasangan Suhardi Duka (SDK)-Kalma Katta, sebagai bakal calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Barat (Sulbar), menjadi subyek pembahasan dalam kemajuan pemerintahan. Visi misi SDK pun dibedah, yaitu maju sejahtera mandiri dan berbudaya, untuk meningkatkan tantangan segala sektor.
Dialog publik yang digelar KAMMI SulselBar menghadirkan pemateri dari sejumlah pengamat, diantaranya DR.Arief Wicaksono, Arqam Azikin, DR.Adi Suryadi Culla. Minggu (18/12/2016) di warkop 212 Boulevard Makassar.
DR. Arief Wicaksono menjelaskan, kultur yang memberi oleh birokrasi adalah bagian dari reformasi birokrasi modern. Sedangkan di Provinsi Sulbar bagian dari kemajuan pemerintah adalah Infrastruktur, Irigasi dan Pertanian yang perlunya perbaiki serta diperhatikan.
"Dia juga terkesan kepada program pengairan dan irigasi yang menurutnya harus di lakukan" tambahnya.
Lebih lanjut dia katakan jika Gubernur dan Wakil Gubernur perlunya kerja keras, karena mempunyai kewenangan strategis disemua daerah, contohnya, jika ada ekonomi yang tidak diperhatikan maka akan menjadi ketimpangan kesejahteraan.
Ditambahkan pula dalam pariwisata juga diperlukan perhatian khususnya di Provinsi Sulbar, diperlukan dan ditambahkan perguruan tinggi atau kampus, dikarenakan jumlah penduduk tiap tahun meningkat.
Pengamat sosial media, Arqam Azikin juga menambahkan bahwa peran generasi muda yang perlu pemberdayaan dalam mengejar ketertinggalan dan karena banyaknya aktivis-aktivis.
Arkam Azikin menjelaskan sulbar sebagai provinsi baru dengan stikma baru mempunyai banyak kasus pada birokrasi. Tambahnya mengatakan bahwa inspektorat tidak berjalan Ada 5 skpd tersangkut korupsi.
Dia juga berharap jika SDK Kalma berhasil maju dalam pilgub 2017 maka yang menjadi tugas baginya adalah untuk tidak terulang lagi yaitu adanya eselon 2 yang terkait kasus korupsi
Lanjut dia berharap bahwa jika terpilih nantinya SDK Kalma haruslah pandai dalam menilai sumber daya manusia dan jangan tetpatri pada pada usia.
"kalo umpama segi ke pangkatan sudah memadai menjadi kepala dinas sebaiknya langsung di angkat dengan tidak melihat usia tua mudanya" ungkap Arkam
"Organisasi kemasyarakatan ditingkatkan. Yakni organisasi profesi ditambahkan dan juga perlunya penambahan media-media yang berperan untuk mengejar tingkat potensi perekonomian dan sebagai sosial kontrol," tegas Arqam, dihadapan awak media dan masyarakat umum.
Ditempat yang sama, DR. Adi Suryadi Culla memaparkan, kesenjangan yang terjadi antar daerah dibutuhkan karena menjadi tantangan bagi calon Gubernur dan Wakil Gubernur di Sulbar. Menyatukan Sulbar dengan beberapa kabupaten yang ada adalah menjadi pertumbuhan dan yang pastinya menjadikan kemajuan modernisasi.
"Sulbar ini adalah penyumbang paling banyak anak yang putus sekolah, menjadikan tantangan sangat penting. Sektor jasa sangat ditentukan juga oleh kemampuan Sumber Daya Manusia. SDK-KALMA ini perlunya perhatikan sektor pendidikan, pelayanan kesehatan pun penting karena berkaitan dengan kemiskinan suatu daerah. Partisipasi budaya, juga perlunya diperhatikan oleh para birokrasi," ungkap Adi Suryadi Culla. (*)

