Pilwali 2018, Sejumlah Nama Baru di Sebut Bakal Jadi Calon

Diterbitkan oleh Adhie pada Senin, 9 Januari 2017 17:01 WIB dengan kategori Headline Makassar dan sudah 6.078 kali ditampilkan

MAKASSAR, -- Sejumlah nama bermunculan dan disebut-sebut akan menantang petahana Danny Pomanto di pemilihan Wali Kota Makassar akan digelar pertengahan 2018 mendatang. 

Saat ini, sedikitnya 10 nama mulai mensosialisasikan diri untuk mendapatkan dukungan masyarakat saat meramaikan bursa bakal calon pemilihan Wali Kota Makassar. Mereka adalah Danny Pomanto, Syamsu Rizal Mi, Rachmatika Dewi, HA Mustaman, Idris Manggabarani, Husain Abdullah, Irman Yasin Limpo, Farouk M Betta, Kadir Halid dan Hamzah Hamid.

Diantara nama tersebut, Irman Yasin Limpo, dan Kadir Halid pernah menatang Danny Pomanto di Pilwali 2013 lalu saat berpasangan dengan Syamsu Rizal yang kemungkinan menjadi penantangnya di Pilwali 2018 mendatang.

Sementara itu, figur baru juga patut diwaspadai oleh petahana. Mereka adalah Rachmatika Dewi ketua NasDem Kota Makassar yang juga wakil ketua DPRD Sulsel, serta HA Mustaman dengan latar belakang akademisi plus politisi yang pernah menjadi legislator DPRD Sulsel dua periode.

Pengamat Komunikasi Politik Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar, Dr. Firdaus Muhammad mengatakan, kehadiran figur baru dalam pemilihan Wali Kota Makassar sangat terbuka.

Menurut Firdaus, meski masih sulit menyaingi popularitas Danny Pomanto sebagai Petahana, namun sosialisasi yang maksimal bisa menjadi modal bagi pendatang baru.

"Jika penantang mampu meyakinkan publik dengan tawaran program yang lebih baik dan realistis, hal tersebut bakal jadi nilai jual bagi pendatang baru," jelas Dr Firdaus, di Makassar, Senin (09/01/2017). 

Hal senada juga diungkapkan Dosen Ilmu Pemerintahan Universitas Bosowa 45 Makassar, Dr Arief Wicaksono. Menurutnya, kehadiran figur baru diperhelatan Pilwali Makassar adalah hal positif. 

Arief mengungkapkan, figur baru bisa menjadi alternatif pilihan bagi masyarakat Kota Makassar. "Jika ingin terjaring survei, saya tidak apa sosialiasi di media, terutama media sosial, tapi kalau ingin serius menjadi calon harus terjun langsung kemasyarakat," ucapnya.

Sementara itu, Ketua DPD PAN Kota Makassar Hamsah Hamid mengatakan, soal peluang menjadi urusan belakangan. Menurutnya, siapapun yang jadi wali kota harus berpihak pada kepentingan rakyat.

"Kita lihat nanti peluangnya, hal terpenting sekarang kita harus mengawal kebijakan walikota sepanjang kebijakan itu berpihak kepada kepentingan rakyat, saya komitmen mendukung. Tapi, jika mencederai kepentingan rakyat, saya kader PAN pasti mengkritisi dan menolak apapun konsekwensinya," jelas legislator DPRD Kota Makassar itu. (*)