DPK HIPPMAS UNM Nilai Pemerintah Tidak Toleran Terhadap Gerakan Mahasiswa
MAKASSAR, -- Aksi tetrikal yang dilakukan mahasiswa di depan rujab sinjai berakhir dengan pembubaran yang diduga preman, Hal ini mengakibatkan beberapa mahasiswa terluka akbibat kejadian itu.
Atas kejadian tersebut salah satu kader HIPPMAS yang juga sekretaris umum DPK HIPPMAS UNM Fauzan Asri menilai bahwa pemerintah tidak lagi mempunyai sifat toleransi terhadap gerakan mahasiwa.
"Saya menilai kejadian tersebut adalah salah satu tindakan yang merugikan kab. Sinjai, dimana pemerintah yang sejatinya sebagai harapan tunggal untuk kabupaten Sinjai itu kemudian memperlihatkan hal-hal yang bukan lagi menjadi harapan rakyatnya, Artinya pemerintah tidak lagi memiliki sifat toleransi terhadap gerakan mahasiswa"
Gerakan yang di lakukan mahasiswa sinjai sebagai bentuk protes terhadap pemerintah karena dugaan adanya korupsi gaji PNS dan di lantiknya kembali pejabat yang di sinyalir sudah terlibat dalam kasus korupsi.
Namun pemerintah telah menanggapi dengan langkah yang sebenarnya tidak memiliki etika dan moral yang juga tidak menghargai proses demokrasi yang ada di negara indonesia.
"Demokrasi di negara kita pada umumnya dan di kab. Sinjai pada khususnya itu tidak lagi di terapkan sebagamana dalam UU.
Hal tersebut telah dibuktikan dengan tidak di hargainya proses demokrasi yang ada di kab. Sinjai beberapa waktu lalu, Ungkap fauzan asri Sekretaris Umum DPK HIPPMAS UNM ini.(*)

