DAMRI yang Lintasi Lingga Timur Diharapkan Bertahan Lama

Adhie Senin, 13 Maret 2017 09:58 WIB
332x ditampilkan Lingga

LINGGA - Bus DAMRI siap beroperasi melayani rute lintas timur pulau Lingga. Kehadiran Bus ini diharapkan mampu mempermudah arus transfortasi ke Lingga Timur disamping biaya yang relatif murah.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Lingga, Yusrizal membenarkan hal tersebut. Dikatakan untuk saat Bus tersebut diprioritaskan melayani rute ke Kecamatan Lingga Timur.

“Kiata sudah uji coba beberapa waktu lalu mulai Daik menuju desa Kudung di Lingga Timur dan begitu sebaliknya,” kata dia saat dijumpai, Kamis (09/03).

Ada bus yang berkapasitas 40 kursi tersebut diharapkan mampu memudahkan hilir mudik warga di rute lintas timur pulau Lingga. Bukan itu saja, dengan tarif Rp 16.000 per orang, diharapkan mampu meringankan beban biaya keberangkatan. Sebab sebelumnya diketahui, untuk melintas rute lintas timur setiap orang harus merogoh kocek puluhan ribu hingga ratusan ribu untuk sekali berangkat.

“Iya kalau dulu itu sampai ratusan ribu, sekarang dengan adanya Bus itu harga relatif murah hanya Rp 16.000 saja per orang. Itu kalau dia ikut saja bus dunia. Tapi kalau hanya berhenti separuh, misal di desa Bukit Harapan, kita tarik harga setengah saja,” sambungnya.

Untuk jadwal dijelaskan Yusrizal, saat ini ada dua tempat dijadikan tempat start Bus DAMRi yakni dekat wilayah Kelenteng desa Kudung dan dekat lokasi pasar Daik Lingga. Jadwalnya meliputi desa Kudung, desa Sungaipinang, desa Keton, Daik dan sebaiknya. Sementara jumlah Bus yang melayani hanya satu, dan ada satu dicadangkan.

“Kita mulai dari desa Kudung pada jam 07.00 pagi, balek lagi kesana dari Daik dilokasi pasar dari jam 10.00 dan jam 13.30 berangkat lagi dari Kudung ke Daik setelah itu jam 16.30 berangkat dari Daik ke Kudung. Untuk saat star di Kudung dekat kelenteng,” ujarnya.

Disamping mengenai transfortasi laut sarana dan prasarana, dia jelaskan dalam waktu dekat akan segara meresmikan 9 titik pelabuhan, salah satunya di desa Rejai, Kecamatan Senayang. Dishub Lingga juga telah mengupayakan pajak parkir, dikatakan Yusrizal beberapa bulan belakang ini pihaknya telah menghasilkan lebih kurang Rp 1.000.000 perhari dari sektor retribusi pajak.

“Iya itu akan kita segerakan resmi. Satukan sudah itu di Jagoh kemaren. Kalau tak salah ada 9 pelabuhan lagi,” ungkapnya