PUKAT Sulsel Minta Penyelidikan Korupsi Dinas Pertanian Bone di Lanjutkan
MAKASSAR, -- Penyidikan tindak pidana khusus kejari Bone atas dugaan korupsi pengadaan pupuk dan benih di Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Holtikultura Kab. Bone tahun 2015, terus di dorong PUKAT Sulsel.
Pasalnya banyak sekali kasus korupsi yang ditangani Kejari Bone saat ini namun tak ada kejelasan. "kasus korupsi di dinas pertanian bone tersebut terkesan didiamkan ,"kata Farid Mamma, Sabtu (01/04/2017), terkininews.com.
Lanjut dia katakan bahwa sejak kasus tersebut dialihkan penangannya dari Kejati Sulsel ke Kejari Bone belum ada progres penanganan yang nyata, dan ini akan menjadi citra buruk bagi pemberantasan korupsi di Bone khususnya.
Farid menyayangkan sikap dingin pemberantasan korupsi di bone yang hanya panas diawal penyelidikan setelahnya tak ada lagi kabarnya.
"Pihak kejati seharusnya bisa mengevaluasi jajarannya terhadap komitmen pemberantasan korupsi bukan hanya diam sehingga hampir beberapa penanganan korupsi didaerah tumpul seperti penanganan kasus pengadaan pupuk pada dinas pertanian bone tersebut sampai sekarang tak ada perkembangan, "ungkap Farid.
Korupsi pada Dinas Pertanian di Kabupaten Bone sebelumnya menjadi perbincangan hangat dikalangan masyarakat Bone. Proyek yang bersumber dari dana sharing APBN dan APBD itu tergolong lumayan besar.
Selain masalah pupuk dan benih, kasus lain di dinas pertanian Bone juga bermunculan dan mendapat sorotan, seperti pengadaan bibit padi di desa Panyili Kecamatan Palakka yang terindikasi diselewengkan.
"Sesuai hasil konfirmasi kami ke PPK Kecamatan Palakka beberapa hari yang lalu, bibit sudah diambil dan tidak cukup untuk 25 hektar. Anehnya, petugas pertanian lapangan (PPL), juga tidak tahu keberadaan bibit tersebut dan belum dibagikan ke masyarakat. Kejadian ini sudah berulang kali," papar Syamsu Alam, warga Desa Panyili. (*)

