Besok, Malam Kemeriahan Tujuh Likuran di Lingga

Diterbitkan oleh Madhie pada Selasa, 20 Juni 2017 10:00 WIB dengan kategori Headline Lingga dan sudah 1.266 kali ditampilkan

LINGGA - Tujuh Likur atau malam ke 27 Ramadhan menjadi malam yang khas bagi masyarakat Lingga khususnya. Malam ini diperingati sebagai malam 7 likur dengan kebiasan membuat lampu pelita sebanyak-banyaknya dan juga pemasangan pintu gerbang di setiap kampung.

Besok, Rabu(21/6/2017) tepat malam 7 likuran dimana persiapan pintu gerbang sudah siap untuk dinyalakan dengan berbagai macam ornamen bentuk dan corak pelita yang ditampilkan.

Khusus di ibukota kabupaten Lingga, Daik biasanya persiapan tidak saja pemasangan lampu pelita dan gerbang saja, melainkan disetiap gerbang di siapkan juga makanan khas daerah Lingga seperti bubur lambuk, laksa, kue-kue tradisi dan berbagai macam air minuman yang menyegarkan. Setiap warga yang lewat di setop untuk bisa mampir demi merasakan sama-sama masakan yang telah di sediakan. Budaya ini telah di lakoni masyarakat Daik turun menurun demi menambah kemeriahan malam-malam Ramadhan menyambut malam lailatul qadar.

Kemeriahan ini tidak saja untuk tontonan semata, melainkan juga untuk menambah tali silaturahmi dengan saling mengunjungi antar kampung dan berbagi rasa makanan yang telah disediakan.

Ari, salah seoarang warga cening menungkapkan kalau budaya ini telah ada sejak dia masih kecil. Semoga ini budaya ini bisa terus dipertahankan sampai anak cucu saya nanti, ungkapnya.

Seluruh kegiatan ini juga tidak lepas dari dukungan dari pemerintah daerah yang terus mendorong supaya ini tetap terjaga di tengah-tengah masyarakat kabupaten Lingga. ***