Hasil Debat Kandidat BBT Sebut Danny Cuma Mirip Penjual Obat

Diterbitkan oleh Adhie pada Sabtu, 17 Maret 2018 21:01 WIB dengan kategori Makassar dan sudah 975 kali ditampilkan

MAKASSAR, -- Debat kandidat calon walikota Makassar yang disiarkan live dan dihelat di hotel clarion rupanya tidak sampai pada kegiatan itu saja.

Usai debat kandidat berbagai meme pun bermunculan hingga pada komentar komentar tertentu yang jadi bahan debat para kandidat tesebut

Bahkan ketua Fraksi PPP, Busranuddin Baso Tika, juga menyebut penampilan calon usungannya Munafri Arifuddin saat debat calon walikota tampil sangat  luar biasa. Ujar dia.

"Itu luar biasa, pengetahuan dan pemahaman pak Appi tentang pemerintahan jauh lebih baik dibanding pak Danny Pomanto  yang sdh punya pengalaman,"kata Busranuddin usai bertemu simpul pemenangan Appi Cicu, Sabtu (17/3) di Daya, Kecamatan Biringkanaya.

Lanjut menurut BBT, sapaan akrab legislator dua periode ini, program Rp 50 juta yang ditawarkan Appi Cicu sangat realistis.

"Itu paling realistis karena kemampuan keuangan kota Makassar sudah cukup untuk menopang pembiayaan,"katanya.
Begitu juga kemampuan mengontrol emosi, Appi Cicu dianggap lebih baik. 

"Saya tidak habis pikir, pak Danny tak bisa mengontrol emosi. Ini sekaligus menjadi sisi sangat fatal bagi dia,"terangnya.

Bahkan ia tak sungkam sungkam menyebut materi yang disampaikan petahana Danny Pomanto dalam debat tak ubahnya seperti penjual obat. "Apa yang disampaikan sangat tidak masuk akal, cuma modalnya bicara dan retorika. Ya suaranya seperti  penjual obat  di jalan jalan, kadang tidak masuk akal, tapi ada yang tetap percaya," katanya.

Ia kemudian mencontohkan, ketika melempar tanggungjawab soal banjir ke pemprov. "Ini tidak masuk akal, memang itu jalan propinsi, jalan nasional. Tapi banjir itu bukan karena jalan, tapi karena sistem drainase yang buruk, arus air tidak baik. Itu tanggungjawab kota, bukan provinsi,"katanya.

Begitu juga soal reklamasi, BBT mengatakan, memang kebijakan reklamasi itu ada di provinsi, tapi proses awal perizinan di kota.

"Bahkan tidak akan ada orang bisa membangun diatas tanah reklamasi tanpa IMB. Dan IMB itu kewenangan kota. Jangan kasi IMB, selesai kan. ? Disinilah nilai plus Appi Cicu yang secara terang terangan menolak kelanjutan reklamasi yang  terbukti hanya akan menguntungkan para taipan," kata Busrah menegaskan. (*)