Simpang Siur Aksi Unjuk Rasa Paslon DIAmi Banyak Kebingungan
MAKASSAR -- Rencana aksi besar besaran yang akan dilakukan massa calon walikota dan wakil walikota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto-Indira Mulyasari digelar di kantor DPRD kota Makassar.
Adapun aksi tersebut rencananya dengan estimasi massa yang hadir hingga ribuan, namun pada kenyataan nya tidak terlihat sebanyak estimasi yang terencana.
Dalam aksi Kamis (5/4/2018) selain melibatkan ibu ibu terlihat juga kehadiran anak kecil. Bahkan seolah tak satu komando ibu ibu itupun melakukan giat layaknya perempuan yang datang untuk memikmati keramaian sambil ngebakso hingga terlihat dengan aktivitas di mall melihat perabltan rumah tangga.
Sebagian massa juga tidak tahu harus melakukan apa. Malah di depan toko penjual rokok di depan pintu masuk DPRD Makassar ada yang berbisik bisik kepada temannya, "Mana uang transport?" ujarnya kepada salah seorang berkostum RTRW. Entah apa yang dibicarakan, keduanya langsung begegas pulang.
Bagaimana tidak, jendral lapangan aksi, Lukman Sulaiman seolah tidak mengetahui duduk perkara yang dipersoalkan oleh Danny-Indira. Lucunya lagi malah dia melarang anggota DPRD untuk terlibat dalam pesta politik Pilwali Makassar.
Padahal, legislator adalah kader-kader partai politik yang merupakan pilar demokrasi. Begitu pula lembaga DPRD yang diketahui adalah lembaga politik.
Hal ini disampaikan Lukman Sulaiman yang juga adalah fungsionaris Brigade 08 saat menyampaikan orasinya dengan menggunakan pengeras suara sederhana, berupa megaphone.
"Saya sampaikan. Anggota DPRD harus netral, tidak boleh berpihak. Ini adalah pesta rakyat," teriak Lukman Sulaiman.
Pernyataan Lukman seolah tidak menghargai keberadaan partai pendukung DIAmi, sekalipun maju lewat jalur indepen karena tak mampu mencukupkan koalisi partai, khususnya Demokrat. (*)

