Jubir Appi Cicu Ingatkan DIAmi Tak Bawa Nama JK dan Wakapolri di Pilwali

Adhie Selasa, 10 April 2018 12:43 WIB
219x ditampilkan Makassar

MAKASSAR, -- Aksi demo sporadis yang dilakukan tim pasangan petahana Ramdhan Pomanto- Indira Mulyasari, dianggap sebagai gerakan orang putus asah. Apalagi melibat libatkan orang lain untuk hanya sekadar menaikkan "rating"

"Apa yang dilakukan pak Danny dan timnya, tidak lebih dari gerakan golongan orang orang putus asah. Tidak tahu harus berbuat apa lagi. Karena pilihannya  cuma dua, demo demo dan cari gara gara,"kata jubir Appi Cicu, Irfan Liakat Selasa (10/4/2018).

Ia kemudian mencontohkan, dalam aksi demo di DPRD dan KPU Makassar, mereka mebawa keranda dengan tulisan JK dan AM. "Lalu postingan media sosial mengikut ikutkan Wakapolri, itu tidak nyambung. Apa hubungannya?''ujar Irfan dengan nada tanya.

Baca!! http://terkininews.com/2018/04/08/Cuitan-Maqbul-Halim-Seret-Nama-Pejabat-Kader-Golkar-Sarankan-DP-Hati-Hati.html

Politisi Golkar Makassar ini menyarankan DIAmi dan timnya agar lebih fokus meyakinkan hakim mahkamah di MA dalam proses kasasi. "Karena demo demo itu tidak menjadi bagian dari pertimbangan hukum, apalagi buat macam macam issu yang tidak  substansi," tambahnya. 

Ia berharap, Danny dan timnya tetap menghormati setiap lembaga secara proporsional. "Bayangkan, kalau Hakim tidak dipercaya, ketua KPU tidak dipercaya, nanti  kalah di MA juga tidak dipercaya. Bahkan tokoh sekelas Wakil Presiden JK dan Aksa Mahmud dibuatkan keranda. Wakapolri yang tidak diragukan lagi integritasnya menjaga NKRI malah dilibat libatkan  dalam pilkada. Lalu siapa lagi mau dipercaya?" Ujarnya lagi

Ia mengaku tak habis pikir, figur  sekelas Danny Pomanto sama sekali tidak punya penghargaan lagi kepada tokoh dan simbol negara, Wakil Presiden Jusuf Kalla. (*)

Sumber