Tim Appi-Cicu Mulai Gerah Aksi Rusuh Massa DIAmi Pasca Penetapan KPU
MAKASSAR, -- Pasca putusan MA dan penetapan KPU Makassar yang telah mendiskualifikasi salah satu paslon pada pesta demokrasi Pilwalkot 2018 banyak mengalami ganguan gangguan dan hambatan.
Seperti saat ini setelah melalui rapat pleno yang dilakukan KPU Makassar pada Jum'at (27/4) kemarin dan mencoret nama pasangan DIAmi dan dinyatakan tidak ikut dalam kontestasi, massa pendukung DIAmi telah mempertontonkan hal yang tidak mendidik.
Tim paslon DIAmi yang sama sekali tidak menerima hasil putusan yang telah berkekuatan hukum tetap, hari ini Sabtu (28/4/2018) turun aksi kejalan yang bahkan telah melakukan tindakan kriminalis.
Tim Appi Cicu mulai gerah dengan sikap anarkisme massa yang diduga dari tim pendukung mantan calon walikota Makassar dan telah melempari show room PT Hadji Kalla di Jalan Hos Cokroaminoto.
Menyikapi anarkisme brutal massa DIAmi tersebut, melalui juru bucara tim Appi-Cicu, Ar Sony angkat bicara dan mengutuk keras tindakan tersebut.
Dirinya juga meminta pihak kepolisian untuk harus mengusut tuntas kejadian ini hingga menyeret aktor intelektual dibalik kejadian ini pada pertanggungjawaban hukum. Terang Sony
"Terkait aksi brutal yang dilakukan massa pendukung DIAmi barusan dengan melakukan pengerusakan terhadap showroom mobil PT Hadji Kalla itu sangat kami sayangkan, pihak aparat kepolisian harus mengusut hingga pada sang aktor dibalik kejadian.
Ar Sony mewakili tim dan Paslon Appi Cicu juga menyerukan pada massa dan simpatisan Appi Cicu agar tetap tenang serta tidak terprovokasi aksi provokatif yang dilakukan kubu DIAmi. Tegas juru bicara Appi Cicu.
"Ini sudah diluar proses demokrasi. Tidak bisa ditolerir, merusak adalah kriminal. Karena itu polisi harus menangkap pelaku dan aktor intelektual dibalik ini,"kata juru bicara Appi acicu, Arsony.
Menurutnya, gerakan anarkhis seperti ini hanya dilakukan oleh orang orang dan pemimpin berjiwa kriminal. "Kami tidak ingin Makassar yang damai, yang warganya hidup tentram, dirusak oleh ambisi seseorang. Karena itu segera tangkap otak intelektualnya, karena pelaku hanya suruhan,"kata politisi PDIP ini.

