Prihatin Perjalanan Fiktif Dewan Bulukumba, Bale Gelar Aksi Tunggal

Diterbitkan oleh Adhie pada Senin, 30 April 2018 19:13 WIB dengan kategori Makassar dan sudah 1.128 kali ditampilkan

BULUKUMBA, -- Mahasiswa Makassar yang melakukan unjuk tersebut atas rasa prihati terhadap dugaan korupsi perjalanan dinas DPRD 2017 di depan Polres bulukumba

Mahasiswa makassar asal kabupaten bulukumba melakukan aksi unjuk rasa sendiri (Solkar) di sela-sela perjalanan menuju makassar dengan Baju terbuka dan Cat berwarna merah putih disekujur tubuh di depan markas besar Polres bulukumba Sulawesi-selatan. Senin (30/04/2018) terkininews.com

Hal tersebut bentuk keprihatinan terhadap wakil rakyat yang selalu mengumbar-ngumbarkan atas nama rakyat justru malah terkesan menghianati rakyat dengan mengedapankan kesenangan pribadi maupun golongan seperti pada indikasi korupsi perjalanan dinas tahun 2017 yang fiktif, Kata Muhammad iqbal Nur yang akrab di sapa bale.

Dirinya mengatakan bahwa perjalanan dinas DPRD kabupaten bulukumba yang di ikuti 40 anggota dan juga staf DPRD serta tenaga ahli fraksi menghabiskan Anggaran perjalanan dinas sekitar Rp.600.000.000 di duga kuat fiktif saat bimtek di semarang pada tanggal 13-16 April 2017 lalu, Sebab ada beberapa anggota DPRD yang berada di tempat lain karena mengikuti agenda partai lainnya. Tandas Muhammad iqbal Nur.

Lanjut menurutnya dalam perjalanan dinas tersebut terindikasikan juga telah melakukan tindak pidana korupsi berupa pelaporan fiktif perjalanan Dinas DRPD kabupaten Bulukumba dengan pemalsuan pertanggung jawaban penginapan hotel mewah yanh ditaksir seharga 5,7 juta.

Akan tetapi belakangan di ketahui kalau rombongan anggota DPRD tersebut hanya menginap di hotel murah yang seharga 600 ribuan di jakarata. Cetus Muhammad iqbal Nur. 

Saat ini Indikasi korupsi perjalanan dinas DPRD tahun 2017 tersebut telah ditangani Tipikor polres bulukumba akan tetapi terkesan lamban yang diketahui hingga saat ini belum ada perkembangan penanganan kasusnya.

"Saya sampaikan bahwa raktek tindak pidana korupsi penggunaan anggaran yang diduga fiktif maka di pastikan terdapat manipulasi data yang bukan hanya persoalan laporan fiktif penginapan hotel" papar Bale.

Di ketahui sebelumnya pihak DPRD bulukumba telah memalsukan laporan pertanggung jawaban saat terperiksa tipikor polres bulukumba, Memalsukan laporan dalam menutupi pelanggaran tindak pidana adalah kejahatan luar biasa. Jadi tidak ada alasan Polres bulukumba untuk tidak menetapkan tersangka awal sebagai dasar pengembangan kasus tersebut." Tegasnya.

Adapun tuntutan dalam unjuk rasa sendiri itu Muhammad iqbal Nur Menuntut

  1. Meminta polres bulukumba lebih proges dalam menuntaskan tindak pidana korupsi dan segera mungkin mengungkap kasus indikasi korupsi perjalanan Dinas DPRD Kab. Bulukumba 2017 tanpa memandang siapa dia dan apa jabatannya.
  2. Mendesak polres bulukumba agar transparansi dalam penanganan perkara indikasi tindak pidana korupsi perjalanan dinas DPRD Kab.Bulukumba tahun 2017. 
  3. Meminta polres bulukumba jika tidak mempu mengungkap kasus indikasi korupsi perjalanan dinas DPRD kab. Bulukumba tahun 2017 maka segera mungkin melimpahkan kasus tersebut ke POLDA Selawesi-selatan. (*)