Kaum Minoritas Tionghoa Sepakat Memilih Paslon Tunggal dan Nomor Urut 1
MAKASSAR, -- Jelang detik detik Pemilihan Pilkada serentak 2018, relawan Tim Pemenangan Appi Appi Cicu dan NH Azis rangkul kaum minoritas.
Dalam pertemuan yang di gelar Tim Appi-Cicu menghadirkan para tokoh lintas agama dari komunitas Tionghoa di Makassar yang menyerukan dan memberi kepercayaan dalam memimpin Sulawesi Selatan terkhusus kota Makassar kepada Pasangan Nomor 1. Tunggal NH-Azis dan Appi Cicu.
Hadir mewakili kaum minoritas tokoh lintas agama tersebut Rabu (20/6/2018) diantaranya Rudi Ciputra dari keturunan tionghoa Suhulien, Edwar Samsuddin dari komunitas tionghoa kristen katolik, David Horor tionghoa kristen protestan, Jansen tionghoa komunitas kristen batak dan Siregar komunitas kristen batak, serta Angkawak dari komunitas toraja.
Dalam pertemuan tersebut komunitas tionghoa, lintas agama sepakat menjatuhkan pilihan terhadap pasangan tunggal Appi Cicu dan Nomor urut 1 NH-Azis pada 27 Juni mendatang.
Para tokoh lintas agama dan komunitas tionghoa tersebut rata rata akan ikut terlibat dan menggunakan hak suara mereka dalam menentukan pilihan kepada pasangan nomor urut 1.
Edwar Samsuddin salah satu tokoh lintas agama kaum minoritas tionghoa kristen katolik dengan tegas menyatakan dukungan terhadap paslon tunggal Appi Cicu dan di Pilgub NH Azis.
Sementara itu Jansen dari komunitas kristen batak yang juga salah satu dari direksi Bosow group mengaku turut hadir sekalian keberadaannya menampik rumor perbedaan agama dalam Bosowa Group.
"Saya hadir dalam pertemuan ini selain sepakat dengan pasangan calon tunggal dan nomor urut 1, sekaligus menepis rumur yang beredar bahwa dalam tubuh Bosowa Group ada petak petak agama" jelas.
Dirinya selaku ketua komunitas batak dan toraja beserta sekitar 750 jiwa kaum minoritas tionghoa telah siap mendukung kemenangan Paslon Tunggal Appi Cicu
Senada dengan kaum minoritas lainnya kekaguman juga datang dari David Horor mewakili kaum minoritas tionghoa kristen protestan merasa bangga. Karena baru kali ini mendengar ada program Walikota terhadap kehidupan beragama.
Mewakili warga tionghoa kristen protestan telah sepakat untuk memilih Walikota Makassar dan Gubernur Sulsel pada 27 juni mendatang dan menggunakan hak suara di TPS masing masing layaknya warga kota makassar.(*)

