Kenaikan Tarif Pass Masuk Pelindo Perlu Dikaji Ulang
TANJUNGPINANG - Kenaikan tarif pass masuk pelabuhan perlu dikaji kembali. Sebagai gerbang utama lalu lintas laut yang digunakan, pelabuhan sri bintan pura memiliki peranan penting dalam lalu lintas penyebrangan antar pulau.
Hal ini diungkapkan Sigit Sepriandi, peneliti kebijakan pemerintahan gurindam research center (grc).
"Perlu dikaji kembali, apakah penyesuaian tarif tersebut sudah sesuai dengan semestinya." ungkap sigit.
Menurutnya, kebijakan penyesuaian tarif tersebut tidak sesuai dengan posisi Tanjungpinang sebagai wilayah kepulauan.
"harusnya pemerintah dan pelindo dapat berkolaborasi untuk membuat kebijakan. Khusus warga Tanjungpinang misalnya, mungkin dapat membuat kebijakan menggratiskan pass masuk pelabuhan, bukan malah menaikkan tarif masuk." terang sigit.
Selain penyesuaian tarif, pelabuhan sri bintan pura juga berbenah dalam inovasi teknologi. Yang mana mulai tanggal 15 juli nanti, akan digunakan sistem e-money untuk pembayaran pass masuk pelabuhan. Namun hal ini berimbas pada pro dan kontra yang timbul di masyarakat.
Menurut sigit, sosialisasi pelindo dalam penerapan e-money ini masih minim.
Selain itu, pemahaman masyarakat Tanjungpinang akan e-money dirasa juga masih sangat kurang.
"Sosialisai penerapan e-money sangat minim sekali. Banyak masyarakat yang belum memahami apa itu e-money." jelas sigit.
Lebih lanjut, menurut sigit ditinjau dari tujuannya, penerapan e-money sangatlah baik, untuk mengurangi pungli dan meringkas pelayanan di pelabuhan. Namun yang jadi pertanyaan kemudian adalah, apakah penerapan e-money menjadi kebutuhan yang mendesak?
Selain itu, ia menilai pelindo perlu segera menyelesaikan fasilitas perparkiran yang ada. Sehingga kualitas pelabuhan sebagai gerbang utama masuknya pendatang ke Tanjungpinang menjadi baik.
"seharusnya pelindo mempersiapkan dan memperbaiki sarana dan prasarananya terlebih dahulu. Seperti kawasan parkir yang belum selesai pengerjaannya, seharusnya hal-hal yang berkaitan dengan fasilitas ini yang didahulukan. Dari pada mendesak penyesuaian tarif dan penerapan e-money yang kurang sosialisasi." tambah sigit.
Ia juga mengharapkan agar pelindo mampu melakukan sosialisasi yang menyeluruh.
"bukan hanya sosialisasi penerapannya saja, tapi lebih dari itu, sosialisasi yang diharapkan adalah tentang memberikan pemahaman pentingnya penggunaan e-money." tutup sigit.

