Lima Poin Titik Terang Perjuangan IGI Bagi Guru Honorer

Diterbitkan oleh Redaksi pada Selasa, 24 Juli 2018 18:19 WIB dengan kategori Jakarta Pendidikan dan sudah 1.131 kali ditampilkan

JAKARTA, -- Kisruh honorer Kategori 2 (K2) se-Indonesia yang belum lulus tes CPNS mulai menemui titik terang. DPR RI baru merampungkan rapat kerja gabungan dengan kementerian terkait kemarin senin 23 Juli 2018, yang menghasilkan beberapa poin penting.

Pertama, pemerintah dan DPR sepakat menuntaskan masalah K2 yang jumlahnya mencapai 438.590 orang, paling lambat Desember ini.

Kedua, sesuai UU dan aturan terkait lainnya, ada 13.347 K2 yang segera ikut tes CPNS

Ketiga, bagi sisa 425.243 Honorer K2 yang tidak bisa lagi mengikuti tes CPNS, DPR dan Pemerintah menyiapkan sejumlah opsi. Diantaranya pemerintah akan membuka tes PPPK (Pegawai pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Bagi yang tidak lulus jangan berkecil hati, tetap diberi kesempatan kerja sesuai kebutuhan instansi dan bahkan diberi gaji sesuai UMR

Keempat, DPR mendorong pemerintah memvalidasi data K2 secara teliti, dan yang terakhir DPR mendorong pemerintah memasukkan anggaran penuntasan K2 ini pada Nota Keuangan RAPBN 2019.

Kelima, Pemerintah memberikan prioritas pada tenaga kependidikan dan kesehatan sehingga Untuk Guru Honorer ada 157.210 yang berpeluang mendapatkan manfaat dari kesepakatan ini.

Menurut Muhammad Ramli Rahim. Selasa (24/7/2018) terkininews.com, bahwa ini adalah kabar baik kepada teman-teman honorer K-2 yang selama ini nasibnya terkatung-katung. Ikatan Guru Indonesia selama ini tak henti-henti bersuara tentang kekuarang guru dan posisi guru honorer yang menurut IGI dibanyak tempat tidak memperoleh pendapatan yang layak dan tidak dimanusiakan.

IGI selama ini selain bersuara di media massa juga mendatangi langsung DPR RI serta mendorong seluruh pengurus IGI di seluruh Indonesia agar bergerak mendorong pemenuhan kebutuhan guru baik secara kuantitas maupun kualitas. Tandas Ramli Rahim Ketua Umum Pengurus Pusat IGI. 

IGI mengapreseasi kesepakatan ini dan akan ikut serta mengawal kesepakatan agar segera diwujudkan. Selanjutnya pemenuhan kekurangan guru yang hampir satu juta jumlahnya masih terus kita perjuangkan bersama. (*/)