Wacana Bupati Gowa Tutup Gunung Bawakaraeng Karena Tumpukan Sampah

Diterbitkan oleh Adhie pada Ahad, 12 Agustus 2018 20:13 WIB dengan kategori Makassar Headline dan sudah 1.942 kali ditampilkan

MAKASSAR, -- Pro Kontra kabar penutupan Gunung Bawakaraeng yang di wacanakan Pemkab Gowa menuai protes dari sejumlah penggiat alam.

Pasalnya penutupan Gunung Bawakaraeng tersebut menurut beberapa pecinta alam menjadi hal yang keji terhadap tempat bermain mereka dalam menguji kemampuan dan andrenalin.

Dari tahun ke tahun para pendaki telah menjadikan tradisi untuk melakukan traveling ke gunung Bawakaraeng di saat waktu tertentu, yang seketika merasa terusik oleh wacana penutupan.

Saat di konfirmasi langsung Halim Bakaring terkininews.com Minggu (12/8/2018) kepada Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan S.H, membenarkan wacana tersebut.

Menurutnya bahwa dari laporan orang yang ditugaskan untuk memantau keadaan disana mengatakan saat ini gunung Bawakaraeng sudah terlalu kotor dan banyak tumpukan sampah.

"Melalui orang yang saya tugaskan memberi laporan kondisi bawakaraeng dari pos 1 hingga pos pos lain mendapati teramat banyak sampah sehingga akan dilakukan penutupan sementara guna mensterilkan dan memgembalikan ekosistem yang ada di gunung Bawakaraeng dan membuka kembali namun dengan konsep berbeda" tandas Bupati Gowa kepada terkininews.com.

Jadi wacana penutupan itu memang ada namun belum untuk saat ini hingga pada moment 17 Agustus karena melihat kondisi yang amat kritis di gunung Bawakaraeng dimana para penggiat, komunitas dan yang menamakan diri pencinta alam tidak dapat menjaga kelestarian alam gunung Bawakaraeng. Kata Adnan.

Saat ditanya terkait aksi aksi kepedulian pecinta alam yang juga kerap melakukan bersih Gunung, Bupati Gowa tegas mengatakan bahwa hal tersebut tidak maksimal sehingga penumpukan sampah masih bertebaran. Jelasnya.(*/)