Yayasan Hadji Kalla dengan FKM Unhas Siap Tangani Masalah Stunting di Enrekang

Diterbitkan oleh Adhie pada Senin, 27 Agustus 2018 22:52 WIB dengan kategori Makassar dan sudah 1.013 kali ditampilkan

MAKASSAR, -- Yayasan Hadji Kalla melalui PIC Bidang Kesehatan dan Lingkungan, Meita Amirah Kuncoro, S.Gz., M.Kes., dalam kunjungan kerjanya di Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Hasanuddin mengajak institusi kesehatan masyarakat terbesar di Indonesia Timur ini untuk menangani masalah Stunting khususnya di kabupaten Enrekang provinsi sulawesi selatan.

Penanganan Stunting ini, menawarkan program pada ibu ibu dalam bentuk pelatihan kader Posyandu dan pemuda desa Senin, (27/8/2018) terkininews.com

Pendampingan wilayah dalam mengurangi risiko Stunting dan skrining, penyuluhan gizi dan kesehatan untuk masyarakat terkait ibu dan anak (KIA) dan pemberian tablet Fe plus PMT untuk remaja atau WUS berisiko KEK dan anemia.

Kunjungan tersebut diterima oleh dekan FKM Unhas, Dr. Aminuddin Syam, SKM, M.Kes., M.Med.Ed yang menyampaikan bahwa FKM Unhas sebagai institusi pendidikan sudah sepantasnya membangun kemitraan dengan berbagai komponen  masyarakat termasuk CSR perusahaan.

Hal tersebut guna membantu mengatasi berbagai permasalahan masyarakat diantaranya masalah stunting sebagai bukti keterlibatan dan keseriusan FKM Unhas yang secara langsung terjun mengatasi permasalahan masyarakat dalam bidang kesehatan.

"Bukti keseriusan untuk bermitra yang tadi siang dilakukan sekaligus penandatanganan kerjasama" kata dekan FKM Unhas

Diketahui hadir mendampingi dekan FKM Unhas, ketua Penjaminan Mutu, Prof. Dr. Ridwan Amiruddin, SKM, M.Kes., MSc.PH. yang juga mengatakan bahwa penyelesaian stunting mesti dilaksanakan secara holistik dari hulu ke hilir dengan koordinasi leading sektor yang kuat disertai pendekatan sosiokultural yang terpadu.

Kita mesti malu menjadi Negara dengan angka stunting yang tertinggi dunia padahal disini begitu banyak pakar kesehatan dan gizi akan tetapi masalahnya tidak selesai. Ini ibarat anak ayam mati dilumbung padi, tandas ketua Penjaminan Mutu.

Sementara itu Prof. Sukri Palutturi, PhD selaku wakil dekan bidang kemahasiswaan dan alumni yang juga menangani bidang kerjasama mengatakan bahwa belakangan ini, FKM Unhas menjadi institusi kesehatan masyarakat yang cukup seksi.

Hal Itu ditandai dengan begitu banyaknya permintaan untuk melakukan kerjasama dengan FKM Unhas baik lembaga nasional maupun internasional. Paparnya (*/)