Peserta Pelatihan Healthy Cities PERSAKMI Sulsel belajar tentang Bank Sampah

Diterbitkan oleh Adhie pada Sabtu, 1 September 2018 19:13 WIB dengan kategori Makassar dan sudah 731 kali ditampilkan

MAKASSAR, -- Pelatihan Nasional Healthy Cities yang diselenggarakan oleh Perhimpunan Sarjana dan Profesional Kesehatan Masyarakat Indonesia (Persakmi) Sulawesi Selatan dirancang dalam bentuk dimana peserta pelatihan mendapatkan kesempatan belajar di lapangan untuk melihat secara langsung aktivitas masyarakat.

Peserta juga mendapat kesempatan untuk belajar mengenai management atau bank sampah. Sabtu (1/8/2018) terkininews.com.

Ketua Asosiasi Bank Sampah Indonesia, Saharuddin, yang menerima kunjungan lapangan tersebut dalam sambutannya menguraikan bahwa UPTD Bank Sampah yang ada di Makassar merupakan satu-satunya UPTD Bank Sampah yang ada di Indonesia.

Sampah paling tidak memiliki nikai kesehatan karena lingkungan menjadi bersih, nilai silaturahmi karena pengelola Sampah bisa saling ketemu dan yang ketiga mengandung nilai ekonomis. 

Konsep sampah kalau tidak bisa membersihkan minimal tidak membuang sampah. Pengelolaan sampah menimbulkan inovasi masyarakat misalnya sampah dan air galong ditukar dengan sampah, sampah tukar beras, sampah tukar ice creem, sampah tukar bibit. Oleh karena itu, sebetulnya kerja bakti tidak perlu kalau tidak ada orang yang buang sampah.

Kepala UPTD Bank Sampah Pusat Makassar bapak Nasrun, SE juga hadir memberikan banyak pengalaman tentang pengelolaan sampah. Bank Sampah dan sampah adalah kebutuhan masyarakat. Bank sampah adalah dibentuk oleh masyarakat. Sampah rumah tangga dan ibu punya peran penting.

Ketua Persakmi Sulsel, Prof. Sukri Palutturi, PhD merasa senang dengan kegiatan kunjungan lapangan ini. Peserta sangat aktif bertanya dan menikmati kegiatan kunjungan lapangan tersebut. (*/)