Kas Daerah Kosong Pemprov Kepri Disarankan Lakukan Hal Ini
TANJUNGPINANG, Kepulauan Riau - Permasalahan kekosongan kas daerah yang dialami oleh Pemprov Kepri perlu mendapatkan perhatian khusus. Pemprov Kepri disarankan kreatif dalam meningkatkan PAD dengan fokus meminta kepada pemerintah pusat untuk mendapatkan retribusi dari labuh jangkar dan partisipasi interest dari pengelolaan migas Natuna.
Hal tersebut seperti diungkapkan Ing Iskandarsyah Ketua Fraksi PKS DPRD Kepri baru-baru ini kepada wartawan. Menurutnya, faktor utama yang mengakibatkan kas kosong yakni belum ditransfernya dana DBH dari pemerintah pusat.
"Transfer dana DBH pada kuartal terakhir kerap memang sering terlambat dan inilah faktor utama yang mengakibatkan kas daerah kosong, Pemprov Kepri perlu kreatif dalam mengatasi hal ini dengan mengadvokasi retribusi labuh jangkar dan partisipasi interest pengelolaan Migas di Natuna," kata Iskandarsyah.
Menurutnya, jika terus mengandalkan dana pusat tentu tergantung kapan mereka mau transfer, walaupun dikasih kuartal satu, dua, tiga, empat, kalau terlambat transfer tentu berefek kepada kondisi keuangan.
" Karenakan kita dapat dari pusat, apalagi pendapatan pusat sekarang kadang kadang sering meleset jadi wajar dua hal tadi atau upaya-upaya kreatif untuk mengatasi persoalan kas daerah yang kosong tentu perlu dilakukan,” uicapnya.

