Dewan Pakar BPN Sebut Ada Migrasi Besar Besaran Relawan JK ke Kubu Capres 02

Diterbitkan oleh Adhie pada Senin, 25 Maret 2019 22:28 WIB dengan kategori Makassar dan sudah 533 kali ditampilkan

MAKASSAR, -- Anggota dewan pakar BPN Prabowo-Sandi, Said Didu terus bergerak dengan tujuan untuk menghentikan kebohongan di negeri ini. Dirinya juga mengklaim bahwa bukan tim dari jokowi tetapi tim dari orang yang ingin negeri ini bebas dari kebohongan.

Menurut pengngalaman dirinya yang telah ditugaskan ke jawa tengah untuk penggalangan bahkan telah mutar mutar ke seluruh Indonesia yang melihat bahwa saat ini rakyat bergerak yang dihadapi adalah rakyat yang digerakkan. Tandasnya. Senin (25/3/2019) di salah satu warkop dibilangan kota Makassar.

Lanjut menurutnya bahwa fenomena rakyat bergerak ini semangatnya 5 kali lebih semangat daripada rakyat yang di gerakkan, walaupun rakyat yang di gerakkan ini dengan berbagai fasilitas dan berbagai perlindungan, meski rakyat bergerak menuai berbagai intimidasi, berbagai persikusi yang dialami hingga meski sampai naik ambulanc.

Terkait fenomena tersebut menurut Said Didu ada hal yang tak kalah menarik yaitu ketokohan H. M Jusuf Kalla yang saat ini sebagai pendamping Petahana sekarang dan sebagai Capres 01.dimana sesuai pengamatan dirinya yang lalu muncul pertanyaan kenapa semangat orang Sulsel ke 02 Prabowo sandi tinggi sekali. Kata dia

"Bacaan saya menunjukkan bahwa ada kekecewaan masyarakat Sulsel melihat posisi pak Jusuf Kalla setelah terpilih tahun 2014. Itu ibarat di jadikan ban serep yang di gembosi seperti ban yang tidak mungkin dipakai" Tegasnya

Kenapa saya katakan demikian karena sepanjang sejarah, dua fungsi Wapres yaitu selalu jadi tim evaluasi, tim seleksi atau tim penentu, dan tim penilai akhir jabatan eselon 1 serta jabatan direksi atau komisaris BUMN namun pada saat JK terpilih bersama pak Jokowi tahun 2014 itulah yang pertama di cabut. Heran dia

"Berarti memang tidak boleh pak JK punya peran padahal kita tahu perolehan suara saat itu yang tertinggi adalah Jawa Tengah presentase tertinggi kedua adalah Sulsel, artinya pemenangan pak JK tahun 2014 sangat signifikan". Kata dia

Kita tau persis bahwa semua orang orang pak JK yang dekat saat itu semua mendukung pak Jusuf Kalla sehingga presentase tertinggi ke dua ada di pemilih Sulsel. Tambahnya

"Naah saya melihat sekarang orang pak Jusuf Kalla itu banyak berpindah ke 02. Pasti pertanyaan adalah kenapa berpindah??!

Nah seperti yang saya katakan bahwa penyebabnya adalah kekecewaan warga Sulsel karena pak JK diposisikan bagaikan ban serep yang di gembosi. Ujarnya

Menurutnya sebelum bertemu media dirinya sudah ke kampung kampung, ke pasar pasar melihat kondisi pra pilpres dan masih punya harapan besar terhadap Bangsa ini karena ternyata awalnya dia menduga bahwa politik di Indonesia ini hanya politik uang, siapa yang punya uang dia yang akan mendapat suara, ternyata rakyat tidak begitu, dan ada pergeseran. Terangnya

Jadi rakyat mengutamakan kepentingannya daripada kepentingan politik uang. "Jadi saya punya harapan demokrasi masih bagus" paparnya.

Dirinya lalu  menitip kepada orang orang tertentu untuk jangan coba coba halangi demokrasi dengan kesimpulan bahwa rakyat bergerak itu terjadi hampir di seluruh Indonesia yang bobot gerakannya,  bobot semangatnya jauh lebih tinggi dari rakyat yang di gerakkan oleh penguasa.

Lanjut menurutnya rakyat masyarakat dan tokoh tokoh di Sulsel ini kelihatannya banyak berpindah ke 02 karena kekecewaan terhadap peran Pak Jusuf Kalla yang dari pertama selama memimpin tahun 2014 sampai sekarang tidak diberikan haknya yang diposisikan bagai ban serep yang digembosi,

Rakyat juga saat ini kelihatannya tidak lagi takut dan tidak lagi terpengaruh dengan politik uang. Yang di harapkan rakyat adalah terjadi perubahan kepemimpinan. Kuncinya.