Bangun SDM Konservasi Balai Besar KSDA Punya Cara Handal Era Digital Milenial

Diterbitkan oleh Adhie pada Jumat, 14 Juni 2019 16:03 WIB dengan kategori Makassar dan sudah 745 kali ditampilkan

MAKASSAR, -- Dengan jumlah 90 orang baik status ASN maupun Pegawai  Non ASN lingkup Balai Besar KSDA yang terdiri dari PEH 19 orang, Polhut 51 orang, Penyuluh Kehutanan 4 orang, Penggerak swadaya masyarakat 1 orang. Bhakti Rimbawan 5 orang Pemandu Wisata 5 orang, Dokter Hewan 1 orang, tenaga IT 1 orang, Animal keeper 2 orang ikut penyegaran penguatan resort

Pejabat Fungsional dan Tenaga Teknis tersebut merupakan Think Tank atau sumber ide  suatu institusi. Tim pemikir teknis ini berperan strategis dalam memberikan input, feedback, kritik serta ide-ide yang kreatif dan inovatif untuk kemajuan institusi dalam menghadapai permasalahan dan tantangan saat ini dan kedepan khususnya di Balai Besar KSDA Sulawesi Selatan.

Mereka diharapakan mampu mendukung tenaga manejerial untuk melaksanakan tugas dan fungsi perlindungan dan pengamanan Kawasan konservasi dan pemanfaatan berkelanjutan jasa lingkungan di 15 resort dan tapak yang tersebar di 2 Provinsi (Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat) meliputi 9 Kabupaten/Kota dengan luas kawasan konservasi hampir mencapai 400 ribu hektar.

Pengelolaan kawasan konservasi sangat kompleks dengan dinamika lapangan yang dinamis, kegiatan penyegaran ini dilakukan agar tenaga fungsional dan tenaga teknis lainnya mendapat soft Skill dan kapasitas/kompetensi kekinian untuk dapat menyikapi  permasalahan yang ada. Terang Kepala Balai Besar KSDA Thomas Nifinluri.

"Adapun proses penyegaran ini diawali dengan Outbond untuk meningkatkan team work yang bersinergi oleh tim creative BDK yang berisikan games-games seru."

Keynotespeech Ir. Thomas Nifinluri, Msc selaku Kepala Balai Besar KSDA Sulsel, mengantar materi yg dilanjutkan materi Kabidtek Anis Suratin. Materi Sili suli seorang penulis buku sekaligus pecinta alam dan Nur Alim Djalil Dosen di Universita Fajar, Wartawan dan juga Penulis Buku, memberi penguatan dan motivasi bagi pejabat fungsional untuk banyak menulis dan menuangkan ide ide terkait tugas fungsi. 

Peran pejabat fungsional dan tenaga teknis lainnya dalam mendukung kinerja organisasi kata Kepala Balai Besar BBKSDA Thomas dalam topik paparannya adalah seorang pejabat fungsional yang baik harus memiliki 9 sifat yaitu :

  1. - Advisor
  2. - Assessor
  3. - Activator
  4. - Corrector
  5. - Communicator
  6. - Developer
  7. - Facilitator
  8. - Inisiator
  9. - Investigator

Sementara itu Ir Anis Suratin selaku Kabidtek memaparkan materi mengenai regulasi dan tupoksi terbaru pejabat fungsional lingkup BBKSDA Sulsel.

Lanjut narasumber berikutnya Nur Alim Djalil yang juga merupakan dosen di Universita Fajar menjelaskan topik “Teknik penulisan jurnalis popular dalam konteks konservasi sumber daya alam” 

Dalam paparannya Nur Alim berseru!! Siapa yang menulis permasalahan Konservasi dan memberitakannya yaitu kita semua karena tidak selalu jurnalis dan wartawan yang mempublikasikan dan menulis. Dengan menulis dapat mempengaruhi kebijakan dan aturan-aturan yang ada dimasyarakat. Tandasnya.

"Masyarakat juga diharapkan dapat menyuarakan permasalahan mengenai konservasi”, pungkas Nur Alim

Paparan terakhir dari Ir. Hunggul Yudono SHN, M.Si, ( Peneliti bidang Hidrologi dan Konservasi Tanah denga topik “Kiat etos kerja ASN di era digital industri 4.0” ) dan sebelumnya Daeng Beta  Pegiat wisata perahu Rammang-rammang, Maros Karst dengan topik “Pembelajaran pengelolaan wisata alam berbasis masyarakat di Rammang-rammang Kab. Maros” yang diwakili kepada Caknas, alumni teknik Unhas.

Diketahui sesi terakhir dari kegiatan hari pertama penyegaran pejabat fungsional dan tenaga teknis lainnya ini adalah evaluasi program dan peran pejabat  serta menyusun rencana aksi dari permasalahan yang terjadi sekarang ini antara lain

  • Perambahan kawasan untuk kegiatan perkebunanan.
  • Ada anggota resort ko’mara yang terancam dibebaskan dari jabatan fungsional.
  • Ada konflik dengan masyarakat setempat.
  • Permasalahan pembuatan jalan di kawasan konservasi.
  • Terjadi penebangan liar dan pelaku melawan setelah ditegur.
  • Ada 2 (dua) versi pal batas dan perlu adanya koordinasi dengan BPKH.

Kegiatan Penyegaran fungsional hari pertama ditutup Ka Balai Besar KSDA Thomas Nifinluri