Antara Modernitas, Manusia dan Permasalah Abad 21

Admin Senin, 9 Desember 2019 18:39 WIB
449x ditampilkan Opini

Terkininews.com, -- Diabad ke 21 saat ini yang kita ketahui bersama adalah abad dimana umat manusia mengalami semacam lonjakan besar atau kehidupan pragmatis yang kebutuhannya semakin hari semakin banyak mulai dari makanan , minuman, pekerjaan, kesehatan ,pendidikan atau kebutuhan pokok rumah dan lain sebagainya , kultur modern yang melahirkan kultur instan nya era hari ini menjadikan manusia bukan sebagai manusia yang semestinya, melainkan menjadi mesin yang mau tidak mau harus terpaksa dilaksanakan karna besar nya permintaan negara dan pasar hari ini.

Berbeda dengan masyarakat pra modern yang memang kebutuhan untuk dirinya memang secukupnya saja dan tidak menjadi kan beban mereka terlalu berat dan tertekan serta depresi nya seperti sekarang ini, di kota kota besar kita pun bisa melihatnya begitu majemuknya manusia berlalu lalang dengan kendaraan pribadi mereka mengejar tempat tempat kantor yang dimana tugas yang belum terselesaikan seperti administrasi dan lain sebagainya dan itu menjadi beban berat bagi mereka yang masuk di wilayah birokrasi , yang dimana modernitas ini yang melahirkan birokrasi atau dengan kata lain birokrasi adalah organisasi bentukan negara untuk mempelancar fungsi dan peran pemerintah yang menekankan efektifitas dan efisiensi kerja, dan itu memang nyata seperti hal nya sistem pendidikan SD,SMP, dan SMA bahkan ketingkat kuliah harus di tempuh untuk dunia kerja yang menjanjikan dan itu semua adalah bagian dari birokrasi yang di lahirkan oleh era modern.

Disitu kita lihat bahwasanya era revolusi industri pasca pencerahan eropa dari abad 15 sampai dengan 18 atau biasa kita sebut dengan (renaissance) menjadikan awal baru sampai dengan sekarang kita masih memakai konsep ilmu pengetahuan yang terbuka walaupun belum sepenuhnya di gunakan masyarakat indonesia khususnya, dengan masuknya peristiwa pencerahan eropa ke umat manusia sebagai bagian menyelesaikan masalah yang ada dengan akal budi dan ilmu pengetahuan baru yang memang sebelum masa pencerahan eropa mereka masih memiliki pemikiran yang belum terbuka atau masih mempercayai sikap dan perilaku manusia tradisional.

Lalu apakah dengan konsep pemikiran barat yang berpusatkan pada pengetahuan dan akal budi yang selama ini kita pakai bisa menyelesaikan masalah kompleks kehidupan masyarakat di belahan dunia, ya tentu saja tidak, masih ada kritik dan permasalah besar yang muncul di negara negara dunia manapun, seperti contoh negara negara industri maju jerman, perancis dan jepang mereka mengukur suatu keberhasilan dari teritori, kenaikan populasi dan pertumbuhan GDP, bukan dengan kebahagiaan warganya, memang negara negara tersebut memiliki sistem yang mempunyai teknologi yang mumpuni dari sistem pendidikan , kesehatan dan kesejahteraan, tetapi malah sebaliknya sistem sistem ini di terapkan negara dan di tujukan untuk memperkuat sistem negara di bandingkan untuk kesejahteraan individu, bahkan pada usia 18 tahun anak-anak muda di jepang sudah di bentuk untuk menjadi patriot dan loyal kepada negara, semua itu dilakukan untuk menjaga . yang dimiliki negara negara maju tersebut dan itu mejadi beban besar ketika kita melihat semua ini mereka di paksa untuk bekerja kepada negara dan itu melanggar hak hak kemanusiaan dan hak hak kebebasan warga negara.

Tokoh sosial seperti ulrich beck menyatakan bahwasanya kehidupan modern itu justru membawa kita sekarang hidup pada era (risk society) masyarakat beresiko, artinya segala aktivitas kita baik itu aktivitas yang kita produksi maupun kita konsumsi itu selalu menyimpan resiko, seperti barang barang elektronik yang kita gunakan sehari hari handphone yang mengandung radiasi serta laptop, dan baru baru ini penemuan air kemasan pelastik yang ternyata terdapat zat kimia micro plastik, bahkan pabrik pabrik yang didirikan sekarang ini menyebabkan dampak bukan saja lingkungan tetapi semua berdampak, polusi, panas global, efek rumah kaca dan lain sebagaimana, jadi apapun yang ada di era modern ini sangat beresiko tinggi bagi kehidupan manusia dan bisa saja terjadi tingkat kematian yang signifikan dan kepunahan yang menyeluruh bagi umat manusia yang hidup dizaman modern saat ini.

Bahkan manusia yang sudah terjamin dari segi finansial dan ekonomi yang mapan pun menganggap bahawasanya era modern ini semakin lama semakin memuakkan dan tidak bisa menjadi solusi konkrit untuk menyelesaikan permasalahan batin individu manusia itu sendiri untuk mencapai kebahagiaan duniawi maupun ukhrawi, dan spritual pun menjadi jalur pintas dan sarana pelarian untuk mengobati manusia yang menjadi korban tersebut, jadi kehidupan modern yang di dambakan manusia hari ini yang optimis malah tidak menyenangkan dan terkesan gersang, kering dan memuakkan , sehingga mereka ingin keluar dari kebebasan modern ini yang mengecewakan mereka dan tidak seperti yang di harapkan.(*/)

 

 

 

Penulis By : Mahasiswa Ilmu Pemerintahan STISIPOL Raja Haji Tanjungpinang