Andrei Desak Pemerintah Bantu Hand Sanitizer di Tempat Ibadah

Admin Ahad, 15 Maret 2020 19:28 WIB
121x ditampilkan Headline Kepri Terkini

Kepri, -- Virus corona dengan jenis Covid-19 telah menjadi kekhawatiran prioritas utama bagi banyak negara. Bahkan World Health Organization (WHO) telah resmi menetapkan covid 19 sebagai pandemi. WHO juga telah menyurati Presiden Jokowi untuk segera mengumumkan Darurat Nasional untuk Indonesia. Beberapa negara seperti Italia, New Zealand dan Australia telah mengumumkan status Lockdown untuk menghentikan arus keluar masuknya manusia. 

Untuk itu Andrei Simanjuntak, politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), menyatakan bahwa upaya pencegahan adalah usaha terbaik. Ia pun mendesak pemerintah kota Batam ataupun pemerintah provinsi Kepri untuk membantu menyediakan hand sanitizer di tempat-tempat ibadah, seperti masjid, gereja, vihara dan lainnya. 

"Tempat ibadah adalah tempat berkumpulnya banyak manusia. Untuk itu sangat perlu disediakan hand sanitizer sebagai upaya pencegahan," terang Andrei melalui rilis pada, Ahad (15/3).

Menurutnya diperlukan action atau tindakan yang konkrit dari pemerintah daerah, bukan himbauan-himbauan saja. Segera sediakan pembersih tangan di setiap tempat beresiko tinggi, dalam hal ini khususnya tempat ibadah. Khususnya di masjid, di mana banyak manusia berkumpul, bersalam salaman, dan lembab karena berwudhu.

Kita tahu bahwa penularan virus ini sangat cepat terjadi karena adanya bersentuhan tangan atau cairan tubuh yang terlontar.  Tetapi sebaliknya, hanya dengan mencuci tangan dengan sabun atau Hand Sanitizer berkadar Alkohol 70% virus itu pasti akan mati. Solusi yang sangat mudah dan sederhana, tapi harus dilakukan apabila tidak ingin virus mematikan ini merebak dan membunuh banyak orang seperti yang telah terjadi di beberapa negara seperti Cina, Iran, Italia dan Spanyol. Pada tanggal 13 Maret PM Singapura Lee Hsien Loong telah tampil dan menyatakan prediksi mereka bahwa Virus ini berpotensi untuk terus merebak sampai hampir satu tahun dari sekarang, dan bisa dibayangkan dampak negative terhadap perekonomian suatu daerah karena itu. Apabila Singapura sebagai tetangga sebelah sudah bersiap seperti itu, lantas bagaimana dengan Kepri dan Batam.

Andrei mengingatkan Saudi Arabia telah melakukan langkah yang cukup ekstrim, yaitu menghentikan aktivitas ibadah umrah sementara bagi seluruh negara sebagai upaya untuk melakukan pencegahan semakin berkembangnya virus yang berasal dari China ini di negaranya. 

"Harusnya itu menjadi warning bagi kita untuk lebih waspada. Sekelas Arab Saudi saja menghentikan umrah, setidaknya tempat ibadah di Batam atau Kepri minimal sekali harus menyediakan cairan pembersih tangan dan instruksi bagaimana menggunakannya," tambahnya. 

Ia menyatakan ditengah gemparnya informasi terkait virus corana dibutuhkan pemimpin yang dapat memberikan rasa nyaman warganya. Untuk itu ia mengingatkan para pemimpin di Batam dan juga Kepri untuk memberi rasa tenang. Jangan sampai warga semakin panik, namun tenangkan warga dengan memberi instruksi yang spesifik dan konkrit, bukan secara umum saja. Kalau himbauannya untuk menjaga kebersihan, bagaimana menjaganya? Fokusnya dimana? Bahkan Presiden Jokowi sudah mengeluarkan video pendek yang menunjukkan bagaimana mencuci tangan dengan sabun selama paling sedikit 20 detik. Mana instruksi yang spesifik seperti itu dari para pemimpin Batam dan Kepri? Semua masih sifatnya umum. Masyarakat perlu segera tahu apa yang harus dilakukan. Responnya masih terlalu lamban. 

"Dalam kondisi seperti ini pemimpin harus hadir memberikan rasa tenang kepada warganya.dengan memberikan instruksi yang jelas untuk menjadi pegangan mereka." ungkap Andrei Simanjuntak. (*/)