Pemko Tanjungpinang Buat Kajian Mendalam Terkait PSBB
Tanjungpinang - Menanggapi banyaknya pertanyaan tentang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), Pemerintah Kota Tanjungpinang lebih memilih adakan kajian mendalam terlebih dahulu. Pasalnya, dengan diterapkan PSBB akan banyak hal yang perlu diperhatikan, khususnya perekonomian dan kesejahteraan masyarakat.
Hal itu dikatakan oleh Sekretaris Daerah Kota Tanjungpinang, Teguh Ahmad Syafari, Sabtu (18/4/2020) melalui telekonferensi. Menurut Teguh, kepentingan masyarakat juga perlu diperhatikan, meskipun langkah PSBB sangat baik untuk mencegah penyebaran COVID-19.
"Makanya kita tidak mau gegabah. Kita cari jalan keluar dari PSBB itu terlebih dahulu, khususnya bagi perekonomian kita dan kesejahteraan masyarakat selama 14 hari diberlakukan. Karena 14 hari itu bagi mereka yang bekerja harian sangat sulit," kata Teguh.
Teguh mengatakan, saat ini Pemko Tanjungpinang tengah mengkaji secara mendalam bersama perguruan tinggi di Tanjungpinang. Termasuk dalam kajian itu adalah dampak sosial dan ekonomi bagi pemerintah dan masyarakat.
"Kita bisa lihat, tidak PSBB saja ekonomi sudah sulit, apalagi PSBB, harus dilakukan kajian dan dicarikan solusi untuk masyarakat," tuturnya.
Selain itu, seperti yang terjadi di kota-kota besar, dimana terjadi pembelian panik (panic buying) oleh masyarakat akan memberikan dampak yang besar untuk masyarakat lainnya. Hal ini pun yang menjadi poin kajian dari Pemko Tanjungpinang.
"Tanjungpinang bukan daerah penghasil, kita harus memesan barang dari berbagai daerah dan prosesnya tidak sebentar. Maka dari itu ini juga jadi catatan kita, bagaimana seluruh masyarakat bisa dapat sembako tanpa pembelian panik," kata Teguh.
Setelah kajian yang dilakukan selesai dalam waktu dekat, Teguh mengatakan akan langsung melakukan koordinasi dengan TNI dan Polri. Selain itu juga melakukan komunikasi dengan Pemerintah Kabupaten Bintan untuk bersama mencari jalan keluar masalah PSBB ini.
"Kita masih satu daratan dengan Pemkab Bintan, jadi koordinasi agar semuanya dapat berjalan dengan baik, gotong royong," tutur Teguh.
PSBB tentunya menjadi kebijakan setiap daerah melihat Pandemi COVID-19 yang korbannya semakin meningkat. Hanya saja, hal ini tidak serta merta dilakukan, apalagi di Kota Tanjungpinang.
"Kita akan mencarikan solusi dan jalan terbaik untuk masyarakat. Yang jelas mari sama-sama berdoa agar COVID-19 ini segera menghilang dan Wali Kota kita disembuhkan," tutupnya.(Diskominfo)

