Pangdam Hasanuddin Sebut Dapur Lapangan TNI Polri Tetap Beroperasi Meski PSBB Makassar Berakhir

Admin Jumat, 22 Mei 2020 15:40 WIB
131x ditampilkan Headline Makassar

MAKASSAR - Panglima Kodam XIV Hasanuddin, Mayjen TNI Andi Sumangerukka memastikan dapur lapangan Kodam Hasanuddin dan Polda Sulsel tetap akan melayani warga yang terdampak akibat Covid-19 dengan mengolah makanan sebanyak 4000 boks setiap harinya. 

Kepastian kesiapan dapur lapangan tersebut diungkapkan Andi Sumangerukka yang juga Ketua I Pelaksana Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sulsel ini, saat memberikan tali asih paket lebaran kepada wartawan dan bantuan ke warga binaan insan pers kategori Rumah Tangga Sangat Miskin (RTSM) yang terdampak Covid-19 di Baruga Setia Hingga Akhir Makodam, Jalan Urip Sumoharjo, Kota Makassar, Jum'at (22/05/2020). terkininews.com

"Untuk dapur umum terus berjalan sampai pandemi Covid-19 ini berakhir, dengan tujuan membantu warga kita yang tidak tersentuh (JPS) Jaring Pengamanan Sosial karena ini basisnya berbeda maka kita sentuh mereka dengan dapur lapangan," tegas Sumangerukka.

Jenderal bintang dua TNI ini menjelaskan ribuan kotak makanan tersebut bakal disalurkan ke rumah-rumah warga miskin yang terdampak pandemi covid 19. Meskipun Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kota Makassar telah berakhir. 

Meski demikian, kata Sumangerukka kewenangan kelanjutan PSBB berada di tangan Pemerintah Daerah yakni, Walikota atau Gubernur sampai ke tingkat pusat. 

"Kita sebagai gugus tugas hanya membantu dan mengambil langkah-langkah selanjutnya semua tergantung penilaian Kepala Daerah dilanjutkan apa tidaknya. Adapun gugus tugas hanya memberikan saran serta mendukung kepada pemerintah," Jelasnya.

Terkait pembatasan daerah zona merah ke zona hijau di perbatasan, lanjut Sumangerukka, pihaknya sudah berkoordinasi dengan instansi terkait lainnya seperti Dishub, yang dibantu TNI Polri terkait pola pengamanan sampai pencegahan Covid 19.

Selain itu, Pangdam juga mengimbau kepada masyarakat agar tidak mudik serta melaksanakan shalat ied di rumah saja, sebagai upaya memutus penyebaran virus mematikan tersebut. 

Sebab menurut Sumangerukka beberapa hasil rapid test massal kepada masyarakat di sejumlah lokasi di Sulsel khususnya Kota Makassar banyak yang reaktif.

"Untuk itu diimbau agar masyarakat tetap mengikuti anjuran pemerintah, jaga jarak (physical distancing), perilaku hidup sehat, sering mencuci tangan dengan sabun/handsanitizer dan menggunakan masker dalam beraktivitas," pungkas mantan Staf Ahli Bidang Ideologi dan Politik Badan Intelejen Negara (BIN) ini.