Mabes Polri Ungkap Perkembangan Penangkapan Terorisme di Beberapa Daerah
JAKARTA, -- Karopenmas Divhumas Polri merilis penanganan kasus perkara dibeberapa lokasi dan wilayah hingga Dinamika Pelaksanaan Operasi Ketupat 2020 Pada Hari Ke-45
Adapun Data Angka Kriminalitas yang berdasarkan analisa data kejahatan yang dicatat pada periode bulan April dan bulan Mei dapat disimpulkan bahwa kriminalitas pada bulan Mei turun 1.216 kasus atau sebesar 7,9%, dengan perincian 15.395 kasus pada bulan April dan 14.179 pada bulan Mei.
Penurunan angka kriminalitas terjadi di semua jenis kejahatan meliputi kejahatan konvensional, kejahatan transnasional, kejahatan terhadap kekayaan negara, dan kejahatan berimplikasi kontijensi.
Sementara Dinamika Pelaksanaan Operasi Ketupat 2020 Pada Hari Ke-45 berjumlah penindakan pelanggaran harian sebanyak 444.489 kasus sedangkan jumlah laka lantas sebanyak 1.980 kasus. Sebanyak 156.774 kendaraan telah diputar balikkan oleh petugas saat melakukan penyekatan di berbagai pos Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) dengan perincian pada arus mudik sebanyak 78.455 kendaraan dan pada arus balik sebanyak 78.319 kendaraan.
Karopenmas Divhumas Polri BJP Awi Setyono melalui pesan tertulis Sen8n (8/6/2929) kepada terkininews.com juga menuliskan Perkembangan Kasus ABK Kapal Long Xing 629 yang menurutnya saat ini penyidik masih melengkapi berkas perkara untuk 3 tersangka yang sudah ditangkap, tentunya apabila sudah lengkap secepatnya penyidik akan melimpahkan ke JPU untuk tahap 1. Kemudian, penyidik sedang mengembangkan kasus ini dan sebagimana informasi hari ini penyidik sedang melakukan gelar perkara.
Lanjut Karopenmas Divhumas Polri BJP Awi Setyono juga memaparkan Perkembangan Penangkapan Terorisme diantaranya yang terjadi di Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan membenarkan pada Jumat, (5 Juni 2020) Densus 88 telah menangkap 1 orang terduga teroris berinisial AS (33) di wilayah Baru Gelang, Kusan Hilir, Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan.
Dimana berdasarkan hasil penyelidikan AS termasuk dalam anggota JAD Kalimantan Selatan yang berperan memberikan ide kepada tim amliyah untuk melaksanakan aksi penyerangan dengan target anggota Polisi dan kantor Polisi.
Diketahui bahwa AS juga ikut merencanakan aksi amaliyah penyerangan Polsek Daha Selatan dan telah membai’at 4 anggota lainnya an. MZ, N, AR dan AS.
Kemudian kasus Banjar Baru, Kalimantan Selatan juga terjadi pada (Jumat, 5 Juni 2020) Densus 88 telah menangkap 1 orang terduga teroris berinisial TA (24) di wilayah Laktabat Selatan, Kecamatan Banjarbaru Selatan, Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan.
Dalam hal ini TA berperan membentuk tim kecil JAD (tim amaliyah), dan memberikan uang Rp. 500.000,- untuk pembuatan pedang Samurai juga telah membai’at yang jadi anggota JAD Kalsel.
(TA) juga diketahui dan ikut merencanakan aksi amaliyah penyerangan Polsek Daha Selatan dan telah membai’at 5 anggota lainnya an. MZ, AR, AS, AN, dan MR
Sementara dihari sebelumnya yaitu pada Kamis, (4 Juni 2020) di Cirebon, Jawa Barat Densus 88 lagi menangkap 1 orang terduga teroris berinisial M (40) di Desa Purat Kec. Sedong Kab. Cirebon.
Berdasarkan penyelidikan diketahui bahwa (M) berperan sebagai pengkader serta pembai’at untuk menjadi anggota JI. (*/)

