Ops Halilintar 2020 Ungkap Peredaran Gelap Narkotika Jenis Shabu 159 Kg, 3.000 XTC dan 300 H-5

Admin Kamis, 25 Juni 2020 17:31 WIB
73x ditampilkan Headline Jakarta

JAKARTA, -- Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri berhasil mengungkap sindikat peredaran narkoba jaringan Malaysia - Aceh - Pekanbaru - Jakarta. Dittipid Narkoba bekerja sama dengan bea cukai dan Brimob Polri untuk melakukan operasi dengan sandi ”Ops Halilintar 2020” di wilayah operasi di perairan Aceh dan perairan Selat Sunda Pantai Selatan Pulau Jawa. 

Pada Rabu, (27/6) ada hasil informasi di lapangan bahwa akan ada pengiriman Narkotika jenis Shabu, setelah dilakukan pendalaman anggota menangkap (ES 48thn) perempuan, yang sedang melakukan transaksi (menerima penyerahan barang) di Gudang Bekas Bengkel Las, Kab. Bekasi dengan jumlah 35 Kg.

Dari prescon di Gedung Bareskrim Polri Kamis (25/6/2020) yang dihadiri - Kabareskrim Komjen Drs.Listiyo Sigit Prabowo, MSi, Kadivhumas Polri IJP Raden Prabowo Argo Yuwono, S.I.K., M.Si, Dirtipidnarkoba Bareskrim Polri BJP Krisno Siregar terungkap penangkapan pada 16 Juni 2020 dilakukan terhadap (SD 42) dengan barang bukti Shabu seberat 5 Kg, 3.000 butir Ecstasy dan 300 butir H-5/Erimin5 di Pekanbaru, RIau.

Lanjut kata Dirtipidnarkoba Bareskrim Polri BJP Krisno Siregar, bahwa hasil pendalaman anggota, kembali mendapatkan informasi bahwa tersangka tersebut berhubungan dengan (Mr. X) yang berdomisili di Malaysia. Kemudian Mr. X melakukan komunikasi dengan (A) yang berada di dalam lapas.

"Anggota mendapatkan informasi bahwa akan ada kegiatan tarnsaksi ship to ship di perairan Malaysia, akan di bawa masuk ke perairan indonesia yang berada di dekat Aceh dan pada Minggu 21 Juni 2020 pukul 23.00 WIB, oleh tim operasi dengan sandi Halilintar berhasil membekuk 3 pelaku yaitu US (46), SY (26) dan IR (24) dan dari hasil pemeriksaan anggota mendapatkan barang bukti sebanyak 119 Kg Shabu". Terang Krisno Siregar

Adapun penangkapan ke 5 orang tersebut diketahui dari Dittipid Narkoba bersama Bea Cukai  berhasil merinci barang bukti berupa :

  • TKP 1 : 35 Kg Shabu dengan kemasan plastik lakban coklat, handphone dan uang Rp.700.000;
  • TKP 2 : 5 Kg Shabu dengan kemasan teh China merk Guanyingwang warna hijau, 3.000 butir Ecstasy, 300 butir H-5/Erimin-5, 2 unit handphone dan uang RP.900.000;
  • TKP 3 : 119 Kg Shabu dengan kemasan teh China warna hijau dan kunin, 1 unit kapal motor dan 4 buah handphone serta salah satu diantaranya adalah handphone satelit.

Dengan demikian total barang bukti Narkotika diamankan sebanyak 159 Kg Shabu, Ecstasy 3.000 Butir dan  H-5/Erimin.5 300 Butir. Maka dari penangkapan ini berhasil menyelamatkan anak bangsa sebanyak kurang lebih 640.000 orang dari pemyalahgunaan Narkotika. Kata Dirtipidnarkoba Bareskrim Polri BJP Krisno Siregar.

Sementara itu Kadivhumas Polri IJP Raden Prabowo Argo Yuwono, S.I.K., M.Si, melanjutkan bahwa rencananya Narkotika jenis Shabu tersebut akan dikirim pada masa pandemi Covid-19 melalui jalur laut kemudian diangkut menggunakan truk yang disamarkan dengan komoditas bahan makanan pokok untuk mengelabuhi jika ada pemeriksaan petugas.

Para tersangka telah melanggar UU RI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika kata Kadivhumas Polri yang menurutnya akan di dipersangkakan dengan Pasal :

  1. Primer : Pasal 114 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1) dengan ancaman hukuman mati;
  2. Subsider : Pasal 112 ayat (2);
  3. Lebih Subsider : Pasal 115 ayat (2).

Selanjutnya akan terus dilakukan pengembangan terhadap sindikat jaringan yang masih dalam DPO karena pada bulan ini cukup banyak yang memanfaatkan pandemi Covid-19 untuk meyelundupkan Narkotika ke negara Indonesia. (*/)