Protes BLT Dipotong, Massa Blokade Jalinsum Mandailing Natal

Admin Senin, 29 Juni 2020 17:57 WIB
334x ditampilkan Daerah Headline

MADINA, - Ratusan warga di Desa Mompang Julu Kecamatan Panyabungan Utara Kabupaten Madina berunjuk rasa memblokade jalan lintas Sumatera (Jalinsum) Madina - Padangsidimpuan. Senin (29/6/2020) terkininews.com

Aksi Kelompok Warga itu disulut persoalan penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang dilaksanakan oleh Pemerintahan Desa setempat. Aksi yang dikordinir mayoritas dari kalangan muda-mudi ini hingga pukul 16.30 WIB, belum juga kondusif dan bahkan terus membakar ban sembari berorasi menuntut Kades harus turun dari jabatannya.

“Kami akan terus blokir Jalan ini apabila Kades tidak turun dari jabatannya. Kami enggak mau lagi kena tipu-tipu, hadirkan di sini Kadesnya dan jelaskan kenapa bantuan BLT sebesar Rp600 ribu itu bisa menjadi Rp200 ribu. Ini kan sudah melanggar hukum,” kata salah seorang orator aksi menyampaikan tuntutan.

Orator aksi itu juga menjelaskan bahwa persoalan yang mereka protes ini sudah mereka laporkan ke berbagai pihak. Mulai dari pihak Kepolisian hingga ke pihak Kecamatan. Namun sama sekali tidak ada respon.

“Kami rasa cukuplah kena tipu-tipu ini, sudah kami laporkan tapi enggak ada responnya. Apa yang dilakukan Kades kami ini sudah melanggar hukum. Belum lagi Kadesnya ini arogan sekali,” tegasnya.

Sementara, Sekretaris Daerah Gozali Pulungan dan Kapolres Madina AKBP Horas Tua dan Kepala Inspektorat Marwan serta Kadis PMD bersama Muspika lainnya yang berhadir dihadapan massa aksi mencoba menenangkan dan meminta agar blokade jalan dibuka massa. Namun, tetap tak dihiraukan.

“Laporannya sudah kita proses di Inspektorat, Seminggu ini bakal kita sampaikan hasilnya. Sabar ya, kita harap semuanya harus tenang,” kata Sekda yang mencoba menenangkan massa aksi. Begitu juga, Kapolres AKBP Horas Tua Silalahi dan Kepala Inspektorat Marwan yang ikut memberikan pemahaman dihadapan massa aksi. Namun, tetap massa aksi itu menolak dan meminta yang menjelaskan dihadapan mereka harus Kades secara langsung.

“Kades Pak Henri yang harus jelasin di sini dihadapan kita, kenapa BLT bisa Rp200 ribu, padahal sesuai aturan Rp600 ribu. Belum lagi yang mendapat ini hanya dari kroni-kroninya,” pungkas orator aksi itu. Camat Panyabungan Utara Ridho Fahlevi yang dihubungi Metro Tabagsel pada Senin sekitar pukul 14.30 WIB, mengatakan situasi belum juga kondusif. Ia saat ini bersama Stakeholder masih melakukan mediasi.

“Nanti saja ya, belum ini, masih mediasi kita semua di sini,” kata Camat.

Sementara itu yang bersangkutan Kepala Desa Mompang Julu Hendri Hasibuan belum bisa dimintai keterangannya. Nomor selulernya belum aktif hingga berita ini diturunkan. (Parsa/*)