Suara Masyarakat TABAGSEL Harus Didengar dan Ditindaklanjuti Gubernur Sumatera Utara

Admin Senin, 29 Juni 2020 17:26 WIB
211x ditampilkan Daerah Headline

SUMUT, -- Laporan hasil reses yang dilaksanakan pada tanggal 10 sampai 15 Mei 2020 untuk pemilihan Dapil VII yang meliputi Kabupaten Tapanuli Selatan, Kota Padang Sidempuan, Kabupaten Mandailing Natal, Kabupaten Padang Lawas Utara, dan Kabupaten Padang Lawas, disampaikan oleh Abdul Rahim Siregar, ST, MT. 

Kegiatan reses tersebut terdiri dari 10 orang anggota DPRD-SU, akan tetapi yang melaksanakan kegiatan reses hanya 5 orang anggota DPRD-SU, dengan komposisi dan personalia yaitu H. Fahrizal Efendi Nasution selaku ketua, Abdul Rahim Siregar, ST, MT sebagai sekretaris, serta anggota terdiri dari Rahmat Rayyan Nasution, Drs. Parsaulian Tambunan, dan Ahmad Fauzan Daulay

Adapun Aspirasi yang diserap dari masyarakat diantaranya terkait pandemi Covid-19, masyarakat berharap agar pemerintah provinsi memberikan bantuan pengadaan alat pembersih cuci tangan dan alat pengaman diri (APD), obat-obatan dan masker di setiap desa, rumah-rumah ibadah dan fasilitas-fasilitas umum dalam rangka pencegahan Covid-19. Selain itu, Pemrovsu diminta agar segera menyalurkan bantuan program jaringan pengaman sosial dan terlebih dahulu melakukan verifikasi data secara akurat sehingga penerima adalah masyarakat yang benar-benar membutuhkan. Terhadap UKM yang terdampak Covid-19 di daerah Tapanuli Bagian Selatan, masyarakat berharap Gubsu segera melakukan pendataan awal dan pemberian bantuan/modal usaha. 

Lebih lanjut, Rahim menyampaikan di bidang pendidikan diperoleh beberapa aspirasi yaitu memberikan beasiswa untuk masyarakat kurang mampu untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang S1,S2, dan S3 serta memperhatikan kualitas kepala sekolah dan guru. 

"Kualitas pendidikan kita akan ditentukan oleh kualitas guru dan fasilitas sarana prasarana pendidikan, sehingga untuk melahirkan anak didik yang siap pakai untuk menjawab tantangan era globalisasi, kualitas kepala sekolah dan guru yang mumpuni harus menjadi perhatian Gubernur Sumut." ujar Rahim. 

Di bidang infrastuktur, kata politisi PKS ini, Jalan dari Simpang Gunung Tua ke Nagasaribu sepanjang 8 km rusak parah untuk dunaikkan statusnya menjadi Jalan Provinsi, Perbaikan dan Pelebaran  Jalan Dari Sosopan ke Batang Onang Gunung tuan sepanjang 35 km, Perbaikan jalan Provinsi dari Hutaimbaru ke batunadua sepanjang 20 km,  dan  usulan agar pemrovsu memberikan perhatian serius terkait pemeliharaaan jalan provinsi di wilayah Tapanuli Bagian Selatan, karena anggota dewan tidak melihat adanya pemeliharaan jalan di daerah pemilihan Sumut VII, sementara alokasi dana untuk pemeliharaan jalan sangat besar dianggarkan. 

Di bidang pertanian, diharapkan pemerintah agar segera menaikkan harga jual getah karet dan gabah padi, mengatasi kesulitan tersedianya pupuk dan mengendalikan mahalnya harga pupuk, mengalokasikan dana bantuan bibit dan alat-alat pada sektor pertanian, perternakan dan perikanan, serta meningkatkan pembangunan jalan usaha tani dan jalan produksi pertanian di wilayah Tapanuli Bagian Selatan. 

"Diharapkan kepada pemprovsu agar dalam menyusun anggaran bantuan keuangan provinsi ke kabupaten/kota maupun anggaran yang dilaksanakan oleh OPD dilakukan secara proporsional dan menggunakan skala prioritas terutama menyentuh langsung kepada kebutuhan masyarakat." sambung Rahim. 

Untuk bidang sosial, masyarakat Tapanuli Bagian Selatan mendorong adanya sosialisasi dan penyuluhan sampai ke tingkat desa untuk mencegah maraknya peredaran narkoba yang hingga saat ini semakin menjamur dan menggurita, menurut data BNN Pusat bahwa Sumatera Utara urutan ke 3 terbesar peredaran Narkoba secara Nasional, diminta komitmen Gubsu, Kapolda, Pangdam dan BNN Provsu untuk memberantas dari hulu ke hilir dan memberikan hukum yang berat kalau ada oknum yang ikut melindungi peredaran narkoba ini. Dan juga diharapkan pemprovsu  memberikan pelatihan - pelatihan mengenai keterampilan kerja, budi daya pertanian, peternakan dan perkebunan bagi warga/kelompok tani, masyarakay dan pemuda yang ada di wilayah tersebut. 

"Kemudian, diminta perhatian yang serius dari pemrovsu khususnya dinas perizinan, dinas pertambangan dan sumber daya mineral agar menertibkan pertambangan emas ilegal yang ada di kabupaten Mandailing Natal sehingga tidak memberikan dampak negatif terhadap kesehatan masyarakat." kata Rahim.

Selain itu, diminta kepada Gubernur untuk mengkaji ulang MOU dengan pertambangan emas Agincourt/Martabe di Batangtoru Tapanuli Selatan dan pertambangan emas Sorikmas Mining di Mandailing Natal yang telah melakukan eksplorasi selama 23 tahun tapi belum memberikan kontribusi kepada pemprovsu, dan perlu perhatian gubernur untuk eksplotasi pertambangan yang memiliki potensi emas 95 ton dilahan perkebunan sawit PT Perkebunan di Batang Natal Mandailing Natal yang pernah di paparkan oleh Direktur PT. Perkebunan.

Untuk meningkatkan sektor pariwisata di Tabagsel, Abdul Rahim Siregar yang juga ketua Forum Masyarakat Dalihan Natolu (FORMADANA), setelah berdiskusi dengan Pengurus Dewan adat Angkola Sipirok / DARAS disaat Reses, Meminta Saudara Gubernur Sumut untuk Mencanangkan  Danau Siais di Kecamatan Angkola Selatan Tapanuli Selatan menjadi Destinasi Wisata Nasional dan Internasional karena danau terbesar setelah Danau toba di Parapat. Dan diketahui bahwa didalam RPJMD 2018- 2023 Danau siais juga direncanakan menjadikan ekowisata di Tapanuli Bagian Selatan.

"Terakhir, mengingat besarnya harapan masyarakat kepada anggota DPRD Sumut untuk mendorong dan mendukung percepatan proses pembangunan khususnya di Dapil Sumut VII, maka kami berharap usulan aspirasi masyakat yang disampaikan pada rapat paripurna ini perlu perhatian yang lebih serius dari pemrovsu maupun pemerintah kabupaten/kota." pungkas Rahim. (Parsa/*)