Industri Pariwisata Keluhkan Sikap EO Lepas Tangan Persoalan Protokol Kesehatan

Diterbitkan oleh Admin pada Jumat, 3 Juli 2020 22:14 WIB dengan kategori Headline Makassar dan sudah 773 kali ditampilkan

MAKASSAR --- Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) Provinsi Sulawesi Selatan menyayangkan sikap pelaku event organizer yang menjerumuskan industri perhotelan dalam ranah persoalan protokol kesehatan di sebuah lokasi acara di Makassar.

Ketua GIPI Sulsel Suhardi mengatakan pelaku jasa event organizer sebaiknya menjamin klient mereka untuk mematuhi standar protokol kesehatan yang telah dipenuhi pelaku industri perhotelan di Sulawesi Selatan.

"Adanya kebocoran informasi kesalahan protokol kesehatan di venue acara. Sebenarnya bukan kesalahan mutlak di tempat acara khususnya hotel-hotel," ucap dia. 

Suhardi berharap asosiasi penyelenggara even bisa memberikan edukasi ke pelaku jasa EO agar lebih intens memberikan pemahaman agar jaminan protokol kesehatan di lokasi even dipatuhi seluruh klien atau mitra yang menggunakan jasa mereka.

"Pelaku industri perhotelan selama ini selalu menjadi korban pemberitaan media. Ini jelas sangat merugikan pelaku perhotelan yang lagi terpuruk di tengah pandemi covid 19," keluhnya

Sebelumnya Beredar video peryaan kelulusan angkatan 2020 SMKN 4 Makassar di akun sosial media instagram @broftion.20.

Video tersebut buat heboh lantaran tampak ratusan siswa berpesta tanpa menerapkan protokol kesehatan di Hotel Gammara, pada Selasa (29/6/2020) lalu.

Marcom Manager Gammara Hotel, Eva saat dikonfirmasi membenarkan hal tersebut. Dia mengatakan, pesta tersebut merupakan Event Promnight dari siswa angkatan alumni 2020 SMK Negeri 4 Makassar.

"Untuk video yang beredar, itu terjadi sesudah event berlangsung tanpa konfirmasi ke pihak hotel dan EO. Kejadian itu merupakan refleksi dari peserta secara spontan atas kegembiraan yang mereka rasakan. Mereka juga mengambil kesempatan tersebut diluar kendali EO sebagai penyelenggara," kata Eva, Rabu 1 Juli 2020.

Eva menjelaskan, acara perpisahan siswa SMKN 4 Makassar ini, bekerja sama dengan salah satu Event Organiser (EO). Siswa sebelumnya telah terjalin perjanjian bahwa event akan berjalan dengan menerapkan protokol kesehatan yang berlaku. Setiap peserta, lanjut Eva, diwajibkan menggunakan masker dan harus menggunakan hand sanitizer sebelum memasuki ballroom.

"Total peserta atau siswa itu diperkirakan 70 pax. Sedangkan kapasitas ballroom ini 200 pax, sehingga bisa untuk menjaga jarak," katanya.

Akan tetapi, dengan peristiwa siswa berjoget tanpa menerapkan protokol itu memang lepas kontrol dari pihak hotel mau pun EO. Karena, siswa ini berkerumun dan berjoget, setelah acara tersebut selesai.

"Memang saat itu lepas dari kontrol pihak hotel dikarenakan jam pemakaian ballroom yang sudah berakhir. Tetapi setelah diketahui oleh pihak hotel, pihak hotel segera memberikan teguran dan kejadian tersebut juga langsung berakhir," tutupnya. (*)