Oknum Anggota Dewan Ambil Jenazah di RSUD Daya Makassar, Kabid Humas : Semua Sama di Mata Hukum

Admin Ahad, 5 Juli 2020 16:23 WIB
47x ditampilkan Headline Makassar

MAKASSAR, -- Penyidikan beberapa saksi terkait kasus pengambilan jenazah yang dijamin Anggota DPRD Makassar, Inisial (AH) terus bergulir di Mapolrestabes Makassar. Hingga Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Ibrahim Tompo angkat bicara.

Hingga saat ini, Minggu (05/7/2020) Polisi masih terus brupaya menyelidiki siapa- siapa saja yang terlibat dalam kasus pengambilan jenazah Covid–19 di RSUD Daya akan diproses lanjut, dimana sekarang sudah melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi dan melengkapi alat bukti terkait kejadiannya.

Menurut Ibrahim Tompo, bila ditemukan adanya pelanggaran Protoko Covid berarti  termasuk menyalahi undang-gundang dan bagi yang, tidak mematuhi penyelenggaraan kekarantinaan kesehatan dan kekerasan atau ancaman kekerasan melawan seorang yang menjalankan tugas yang sah, atau orang yang waktu itu menurut kewajiban undang-undang atau atas permintaan pejabat yang bersangkutan sedang membantunya,  akan dikenakan sanksi sebagaimana dimaksud pasal 93 ayat undang-undang no. 6 tahun 2018 tentang kekarantinaan kesehatan dan pasal 214 kuhp pidana atau pasal 335 kuhap pidana atau pasal 336 kuhap pidana.

“Terkait permasalahan tentang pelanggaran protokol covid adalah hal prioritas dan semua sama di mata hukum, apalagi terkait dengan keselamatan banyak orang,” tegasnya saat ditemui di Mapolresta makassar.

Kabid Humas juga menuturkan dari pendalaman kejadiannya, kronologi pengambilan jenazah Covid-19 di RSUD Daya, yang dibawa pulang oleh keluarganya setelah adanya jaminan dari seseorang inisial (AH), tentu Pihaknya akan menindak tegas terhadap siapa saja yang melanggar protokol kesehatan. 

Diketahui pasien almarhum Chaidir Rasyid masuk ke RSUD Daya Makassar, pada Sabtu (27/06) yang selanjutnya pasien di rawat di ruang IGD di Ruang Transisi Covid-19, kemudian TIM GUGUS COVID-19 melakukan Rapid Test, setelah itu menurut saksi Dr. MS hasil Rapid Test pasien Reaktif, kemudian di lanjutkan dengan Swab Test, Sementara menunggu Hasil Swab Testnya sekira pukul 11.58 Wita Pasien dinyatakan meninggal Dunia, tutur Ibrahim mengurai kronologi

Lanjut Kabid Humas, AH bersama dengan keluarga pasien datang  untuk mengambil pasien Alm. Chaidir Rasyid dan meminta tidak dilakukan Protokol Covid, Namun, pihak RSUD Daya  melarang dan berusaha menyampaikan edukasinya, namun diabaikan oleh AH , dan mengatakan telah ada komunikasi dengan Direktur RSUD Daya Makassar yang mengijinkan untuk membawa jenazah pasien tersebut

Kabid Humas melanjutkan,  bahwa memang sebelumnya AH menelpon Direktur RSUD Daya, namun oleh Direktur sudah dijelaskan bahwa pasien ini Covid 19, dan rawan menyebarkan penyakit jadi  harus di kebumikan dengan protokol covid, namun AH memaksa dan mengancam mengatakan bahwa massa susah di bendung dan akan menuntut RSUD Daya. Urai Kabid Humas mengisahkan

Setelah berdebat dan membuat Surat Pernyataan di atas Materai, AH bersama keluarga pasien mengambil dan membawa jenazah pasien tersebut selanjutnya di makamkan oleh keluarga pasien. Tutupnya