Jadi Ketum Non Aktif, Ramli Rahim Tegaskan IGI Independent Fokus Kompetensi Guru

Admin Ahad, 26 Juli 2020 16:22 WIB
78x ditampilkan Headline Makassar

MAKASSAR, -- Sesungguhnya saya tak ingin lagi berkomentar karena sedang menjalani masa cuti tapi karema masih bertubi-tubi pertanyaan dan permintaan informasi maka saya sempatkan waktu menyampaikan bahwa PP IGI dibawah pimpinan Pjs Ketum Rusnani sudah mengambil keputusan untuk tetap mengikuti POP Kemdikbud.

Sebagai Ketum Non Aktif Muhammad Ramli Rahim menyampaikan bahwa intinya IGI Independen, tidak terpengaruh pada gelombang politik, apalagi sekedar ikut-ikutan, jangankan hanya NU, Muhammadiyah dan PGRI yang mundur, Pak Nadiem atau Pak Jokowi mundur pun, IGI ndak peduli, intinya IGI itu fokus pada peningkatan kompetensi Guru, tanpa uang saja kami bisa melatih 1,5 juta guru dalam 3 tahun pertama kepengurusan, apalagi kalau ada uang dan jikapun organisasi penggerak dibatalkan, tetap saja IGI bergerak seperti dulu tapi sikap kritis terhadap "kenapa si S, si T atau Tk A, Yayasan sekolah C, Forum IM lolos, tetap akan terjaga" ungkapnya

"IGI itu Ibarat ikan, air laut boleh asin, tapi daging ikan tak perlu ikut asin karena kalau asin, itu sdh jadi ikan kering namanya." Kata Ramli Rahim Minggu (26/7/2020) kepada terkininews.com

IGI tetap konsisten dan fokus pada tujuannya meningkatkan kompetensi guru meskipun kemdikbud tak banyak berbuat, 3 bulan masa pandemi Covid-19,  IGI menyelenggarakan 1458 pelatihan guru melibatkan hampir 300ribu guru.

"Jadi kalau hanya membina 150-300 sekolah, Insya Allah tanpa mendahului kehendak Allah, IGI akan mudah melakukan itu." Tandasnya

Dan PP pun berkomitmen bahwa semangat berbagi dan saling menumbuhkan akan terus digaungkan IGI,  termasuk bagaimana POP ini bermanfaat untuk memperlebar ruang gerak IGI dengan mewajibkan seluruh pelatih dan narsum yang terlibat dalam POP Kemdikbud oleh IGI untuk menyumbangkan 50% honornya ke kas IGI. 

"Saya sebagai Ketum Defenitif IGI mempertegas bahwa jika ketentuan internal IGI itu ditolak kemdikbud maka pilihannya, IGI tak terlibat dalam organisasi penggerak. Itu sudah saya tegaskan jauh sebelum IGI diputuskan lolos oleh kemdikbud dan jauh sebelum saya cuti." Jelasnya

Terkait kewajiban sumbangan 50% honor pelatih, secara pribadi sebagai Ketum IGI, saya sdh mempertegas untuk tidak mengambil Rp.1,- dari anggaran organisasi penggerak ini untuk pribadi saya sebagai ketum IGI. Jadi kalau kawan lain saya minta 50%, ketum IGI itu 100% untuk organisasi IGI.

Demoga semua kawan-kawan paham akan posisi IGI. Harap MRR#Ketum IGI Non Aktif (*/)