Inisiasi Kababes KSDA Sulsel Bantuan UPT KLHK Tersalurkan Langsung ke Korban Terdampak

Admin Selasa, 28 Juli 2020 18:39 WIB
165x ditampilkan Headline Makassar

MAKASSAR, -- Banjir Bandang yang terjadi di Masamba Kabupaten Luwu Utara pada Senin (13/7) lalu berdasarkan sumber Deputi Bidang Sistem dan Strategi BNPB, Wisnu Widjaja menjelaskan, selain korban hilang dan meninggal sebanyak 14. 483 jiwa

Atas musibah bencana alam tersebut Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sulawesi Selatan Ir. Thomas Nifinluri Senin (27/7) kemarin bersama Tim UPT KLHK bergerak memberi bantuan kepada masyarakat  yang terkena dampak meski dalam kondisi transportasi yang masih belum stabil tim relawan tetap langsung mendatangi korban di kediaman dan pos-pos pengunsian. 

“Untuk mobilisasi bantuan ke lapangan digunakan beberapa unit kendaraan roda 4 dan roda 2 dari BBKSDA Sulsel yaitu Mobil double cabin Isuzu D-Max 1 unit dan 5 unit Motor trail didukung 9 personil lapangan bersama personil Manggala Agni" jelas Thomas. 

Kami dari solidaritas rimbawan KLHK Sulawesi Selatan melakukan aksi penyaluran bantuan  langsung  ke tapak.  Bantuan pertama telah kami berikan 3 hari pasca bencana. Dan bantuan berikutnya berangkat dari Makassar, Rabu (22/7) langsung  ke lokasi yang terdampak bencana. Kata Thomas Nifinluri penginisiasi bantuan bersama tim UPT  KLKH.

"Saat turun ke lapangan tim Solidaritas Rimbawan Sulsel  dipimpin Kepala Bidang Wilayah I, BBKSDA Palopo dan Kadaops Galag Malili, serta Kasi SKW 2. Jelas Thomas

Lanjut tim kemudian melapor ke Pemda Luwu Utara dan diterima Sekwilda Lutra untuk melaporkan pemberian bantuan UPT KLHK Sulsel yang berencana mendistribusi langsung ke warga terdampak bencana sesuai hasil penilaian lapangan Posko Daops Manggala Agni Malili. 

"Selanjutnya Tim Solidaritas Rimbawan melakukan unloading bantuan di Posko Manggala Agni dan diserahterimakan oleh Kabidwil 1 Palopo BBKSDA Sulsel kepada Kadaops Malili. Tambahnya.

Selama 2 hari tim Manggala Agni Daops Malili bersama Tim Sekso Konservasi Wilayah 2 Mangkutana melakukan pendistribusian bantuan yang diberikan UPT KLHK Sulsel langsung  ke tangan para korban. 

Selain distribusi bantuan ke lapangan,  korban banjir ada juga  yang datang langsung ke Posko Manggala Agni mengambil bantuan sesuai kebutuhan warga seperti susu bayi, pakaian dalam dan perlengkapan sholat. Penyerahan bantuan di Posko dicatat oleh petugas Posko.

BNPB (Balai Nasional Penanggulangan Bencana) dalam pers release menjelaskan bencana tersebut membuat kerusakan di berbagai fasilitas meliputi sembilan jembatan, 100 meter pipa air bersih, dua bendungan irigasi, satu pasar tradisional, sembilan unit sekolah, 13 unit rumah ibadah, tiga unit fasilitas kesehatan, dan delapan unit kantor pemerintahan. Banjir pun menyebabkan jalan sepanjang 12,8 kilometer rusak. Terdapat tiga kecamatan terdampak banjir bandang, yakni Masamba, Sabbang, Baebuntah, Baebuntah Selatan, Malangke, dan Malangke Barat. Dari beberapa  lokasii ada sebanyak 76 titik pengungsi tersebar di tiga kecamatan, yaitu di kecamatan Sabbang, Baibuntah, dan Masamba.

Semoga aksi solidaritas rimbawan KLHK Sulawesi Selatan dapat meringankan saudara-saudara kita yang terkena bencana”  harap Thomas. (*/)