Kisah Nakes Lakukan Second dan Third Opinion

Admin Jumat, 7 Agustus 2020 20:26 WIB
102x ditampilkan Daerah Headline

TEGAL – Tak percaya terhadap hasil swab yang diikutinya menyatakan positif Covid-19, dua orang ASN Dinas Kesehatan Kota Tegal yang merasa sehat wal afiat melakukan second dan third opinion. Ternyata dari second dan third opinion di dua rumah sakit dan hasilnya menyatakan mereka negatif Covid-19. 

Salah satunya yakni Taryuli (40), ASN di Dinas Kesehatan Kota Tegal yang mengisahkan pengalamannya via live streaming saat press conference di Pendopo Ki Gede Sebayu yang dipimpin Wakil Wali Kota Tegal Muhamad Jumadi, S.T., M.M., Jumat (07/08/2020).  

Taryuli mengisahkan dia pada hari kamis (31/7/2020), mengikuti pemeriksaan SWAB yang dilakukan atas kesadaran sendiri yang berujuan untuk melakukan screening. “Saya pada saat itu tidak memiliki gejala apa-apa, sehat wal afiat. Pada Jumat pagi saya mendapatkan kabar dari Dinkes tentang hasil swab yang saya ikuti di hari Kamis. Hasilnya dinyatakan positif dan saya suspect Covid-19 bersama dengan satu teman saya. Yang bersangkutan teman saya mengijinkan menyebut nama yang bernama Arwinda. Keduanya dinyatakan positif,” ungkap Taryuli yang mulai membeberkan kisahnya. 

“Kami dari Dinas Kesehatan dua-duanya dinyatakan positif. Pada saat itu stress, sedih, takut, pasti ya, karena kita tahu bersama bahwa covid-29 merupakan pandemi global yangmembuat negara-negara saat ini berusah amelakukan pencegahan dan belum ada cara yang patsi karena vaksin belum ditemukan,” kata Taryuli mengungkapkan perasaannya. 

Taryuli menyebut dirinya sebagai tenaga kesehatan melihat dirinya sendiri. “Ketika saya sehat saya menjadi optimis, saya tidak sakit, sehingga saya waktu itu masih berpikir sehat melakukan anjuran isolasi mandiri di rumah seesuai dengan prosedur dan protap yang ditentukan. Salama empat hari sampai Senin, saya dan Winda berdiskusi bersama dan  minta arahan dari semua pihak lalu memutuskan untuk melakukan swab ulang sebagai second dan third opinion,” tuturnya.  

“Karena kami merasa sehat. Ternyata hasilnya keluar hari Rabu, second opinion baik saya dan Winda, hasilnya negatif. Dinyatakan hasil lab tersebut tidak ditemukan virus Covid-19. Artinya hasil lab saya dan Winda di second opinion tersebut negatif. Pada hari ini juga keluar hasil SWAB yang berikutnya sebagai third opinion hasilnya negatif,” tuturnya. 

Disebutkan Taryuli, selama menunggu hasil SWAB ulang, dan setelah menerima hasil SWAB ulang meskipun negatif, mereka berdua tetap melakukan isolasi mandiri di rumah sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan guna untuk mencegah penularan. 

Mereka melaksanakan pola hidup yang lebih sehat, pemenuhan kebutuhan rohani dan jasmani supaya proses pembentukan antibody dalam rangka melawan virus COvid-19 yang masuk ke tubuh mereka menjadi lebih kuat.

“Namun kami sebetulnya merasa sedih kami, hasil swab tenaga kesehatan yang menjadi sasaran tracing setelah ditemukan kasus, tentunya ada upaya dari Pemkot dengan melakukan trasing dan penyelidikan epidiomologi ternyata ditemukan banyak dari teman kami total semua 28 orang dan lebih banyak berasal dari tenaga kesehatan,” sebutnya. 

Padahal mereka merasa selama pelaksanaan kami memberikan pelayanan kesehatan, mereka sudah menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Ternyata mereka terindifikasi positif. “Oleh karena itu membuat kami semangat lagi untuk meningkatkan kedisiplinan pelaksanaan protokol kesehatan agar kami kedepan lebih terlindungi lagi,” katanya optimis. 

Ada beberapa saya rencanakan setelah isolasi mandiri kurang lebih 10-14 hari lagi yang akan dilakukan Taryuli. “Saya akan melakukan test lebih lanjut yakni test serologi untuk mengetahui antibody sudah ada terhadap covid-19 sebagai reaksi masuknya covid-19 yang sebelumnya terdeteksi,” ucapnya.

Taryuli menyatakan bahwa pandemi ini memang belum berakhir. Oleh karena itu, ia menghimbau ketika melakukan kegiatan di luar dengan peluang kontak orang banyak, maka sangat dianjurkan untuk patuhi protokol kesehatan. Taryuli mengharapkan setelah ini tidak ada lagi semua bisa berakti