Mahasiswa STIK Rajawali Talaud Terlantar Efek Jerih Tendik Dosen Tak Terbayar

Admin Sabtu, 3 Oktober 2020 17:19 WIB
285x ditampilkan Daerah Headline

TALAUD, -- Total Dua puluhan tendik dan dosen (karyawan) di Sekolah Tinggi Kabupaten Talaud (STIK Rajawali - CCT) mengaku sembilan bulan lamanya jerih mereka belum di bayar pihak pengelola Yayasan Pendidikan Internasional Herna (YPIH).

Tendik dan dosen mencoba bertahan dengan kondisi yang memprihatinkan tersebut. Semester kemarin mereka masih mengajar, membimbing dan aktivitas perkulihaan di kampus juga berjalan. "Dengan keterbatasan ini, kami coba tetap melangsungkan aktivitas akademik." ungkap Wakil Ketua 1 (Bidang Akademik) Hoxy R Taluay, (3/10/2020). terkininews.xom

STIK Rajawali - CCT memiliki dua jurusan, yakni Teknologi Informatika dan Sistem Informasi. Saat ini kedua jurusan sedang proses pengajuan borang akreditas. "Saat ini tim borang akreditasi pada prodi Teknik Informatika dan Sistem Informasi sudah mengisi LED dan LKPS yang mencapai 90%. Sampai saat ini, belum ada dukungan logistik dari Yayasan” lanjut Hoxy R Taluay.

Hoxy mengaku berulang kali pihak pengelola Yayasan yang diwakilkan Sarnes Lulian Ijong (Bambuta) membicarakan hal hal besar. Dalam berbagai kesempatan juga ketika berkomunikasi dengan Dosen, Ijong mewakili Yayasan sering membawa-bawa nama L2DIKTI dan Bupati atas tindakan YPIH. Ijong sempat membahas akan bekerja sama dengan Lembaga Bahasa Inggris konsultan Pendidikan Golden Gate, bahkan rencananya akan mendatangkan dosen dari Korea. Tetapi hal tersebut terlalu berlebihan, karena nyatanya Ijong lupa bahwa tendik dan dosen belum dipenuhi hak nya yakni Gaji.

Ijong sempat menjanjikan akan membayar gaji dosen sebelum semester ganjil dimulai. Tetapi saat ini semester ganjil 2020/2021 akan berlangsung dan sudah pelaksanaan ospek, belum ada realisasi pembayaran gaji terhadap dosen dan tendik. “Hanya uang transport saja yang dibayar awal September” ungkap Hoxy.

Kasus terlambatnya gaji dari Yayasan pernah terjadi selama 8 tahun (hal tersebut sudah terjadi sejak tahun 2010), Bahkan sempat mengalami periode paling parah yang di alami oleh STIK Rajawali, ketika YPIH sempat diganti sebentar pengelolaannya oleh Yayasan Bumi Porodisa milik Olfi Lomboan (Ketua APTISI Sulawesi Utara saat ini).

Pada waktu itu, Olfi Lomboan dengan Yayasannya selama 2 tahun tidak membayar kewajibannya yakni gaji dosen STIK Rajawali (2016-2018) padahal diketahui Pemda sudah memberikan anggaran. Efeknya, Sehingga 2 tahun terakhir (2018-2019) kinerja perguruan tinggi menurun disebabkan oleh Yayasan milik Olfi Lomboan.

Pada 2018, YPIH kembali menjadi Yayasan di STIK Rajawali. Hoxy berharap kejadian tahun 2016 - 2018 sewaktu Yayasan yang dikelola Olfi Lomboan yang tidak membayar hak gaji Dosen dan Tendik, tidak terjadi oleh YPIH pada tahun 2020 yang saat ini memiliki plt. Ketua Sarnes Lilian Ijong. Tapi jika berlarut-larut yang menjadi korban adalah Mahasiswa dan Masyarakat Talaud, dikarenakan Dosen dan Tendik tidak bisa melakukan aktivitas akademik.

Kilas balik sejarah, STIK Rajawali yang sebelumnya bernama Community College Talaud (CCT) adalah satu-satunya sekolah tinggi yang ada di Kabupaten Kepulauan Talaud yang terbentuk Melalui hubungan kerjasama antara Pemda Kab.Kep.Talaud dengan Institut Pertanian Bogor (IPB) pada tahun 2007 melalui sebuah Memorandum of Understanding (MoU). Pada saat pendirian tersebut Bupati adalah bapak dr. Elly Engelbert Lasut (yang saat ini kembali menjabat), Ketua DPRD Kabupaten Ben Alotia, dan ketua STIK Rajawali pertama adalah bapak Prof. Daniel R Monintja seorang guru besar dari IPB. (*/)