TMMD Lestarikan Sejarah dan Pemerataan Pembangunan
Lamongan – TNI Manunggal Membangun Desa sangatlah memberi kepuasan kepada warga, karena program yang dilaksanakan sangat tepat sasaran. Disambutnya TMMD di Desa Tebluru cukup antusias oleh warga karena apa yang dilaksanakan dalam pelaksanaan program semuanya sarana fisik yang memang sudah ditunggu warga bertahun – tahun.
Keberadaan TNI untuk ikut berperan dalam pemerataan pembangunan di wilayah perbatasan maupun desa tertinggal masih sangat dibutuhkan. Karena daerah tertinggal maupun perbatasan sangat membutuhkan sekali perhatian dari pemerintah dalam pembangunan Infrastruktur maupun non Infrastruktur.
TMMD merupakan pembangunan yang mengacu kepada kesederhanaan, kebersamaan dan koordinasi lintas sektor antara Instansi dan lembaga yang ada. Dalam pemikiran TNI terwujudnya pertahanan yang tangguh, TNI memilih TMMD sebagai salah satu pengabdian kepada rakyat selain melestarikan nilai sejarah, yaitu kemanunggalan antara TNI dan rakyat.
Berdasar dari sinilah maka kemanunggalan TNI dan rakyat tak dapat terpisahkan. Karena TNI berasal dari rakyat dan kembali kepada rakhyat. Kemanunggalan TNI dan Rakyat harus terus dipertahankan jangan sampai luntur ataupun putus ditengah jalan. Karena dengan kebersamaan dan penuh harmonis maka hubungan itu akan semakin indah dan nyaman.
Menurut Dansatgas TMMD Letkol Inf Sidik Wiyono, Sabtu (17/10/20) mengatakan, ”Wilayah perbatasan dan juga desa tertinggal sangat membutuhkan peran TMMD untuk ikut membangun infrstruktur dan SDM yang ada. Desa Tertinggal maupun wilayah perbatasan akan dapat berkembang kalau Infrastruktur serta Sumber Daya Manusianya di Bangun.
Untuk itu peran dari semua pihak harus terus dikoordinasikan agar pembangunan fisik maupun n on fisik dapat tertangani dengan nyata.”

