Founder Mujahid Dakwah: Keahlian Menulis Harus Dimiliki oleh Generasi Milenial

Anchank Maros Sabtu, 21 November 2020 17:43 WIB
62x ditampilkan Headline Makassar

MAKASSAR – Founder Mujahid Dakwah Media menyampaikan pentingnya menulis sebuah artikel, opini dan buku kepada peserta Kelas Menulis Daar Al-Qalam, yang di laksanakan di Incho Coffee Chop Jl. Antang Raya Kota Makassar Sulawesi Selatan, Jum’at Sore (20//11/2020).

Di awal materinya Akbar menyampaikan bahwa menulis sangat penting bagi setiap orang. Utamanya generasi muda dan milenial, mereka harus memiliki kemampuan dan keahlian dalam menulis. Karena menulis memiliki banyak manfaat kepada masyarakat.

“Menulis akan menjadi orang yang berilmu, ilmu akan tersebar luas di masyarakat dan itu sebagai awal sebuah kebangkitan peradaban, melatih kekuatan berpikir, skill, kecerdasan dan imajanasi, nama seorang jurnalis akan harum dan tak lekan dengan zaman,” ujarnya.

Banyak yang ingin menulis sebuah tulisan baik artikel, opini atau buku, namun tidak mengetahui cara dan konsepnya. Olehnya itu, Akbar menjelaskan secara rinci bagaimana cara memulai sebuah tulisan baik artikel ataupun opini.

“Awal menulis adalah menetapkan target dan tujuan yang jelas, banyak membaca dan berilmu, memiliki kekuatan inspirasi dan ide, penulis produktif memiliki buku catatan “bank ide”, memiliki kekuatan ghirah, motivasi dalam memulai, melanjutkan dan mengakhiri tulisan, menyediakan referensi sebanyak mungkin, membuat konsep dan karakter menulis masing-masing,” tegasnya.

Setiap penulis harus memiliki inspirasi dan motivasi dalam menulis, dan salah satu sumber untuk mendapatkan inspirasi dan motivasi adalah membaca sejarah dan nukilan serta nasehat para ulama.

“Sebagaimana perkataan Imam al-Hasan al-Bashri bahwa ditimbang tinta pena ulama dengan darah para syuhada, maka akan lebih berat tinta para ulama atas darah para syuhada. Juga Sayyid Qutub berkata bahwa satu peluru hanya bisa menembus satu kepala. Tetapi, satu tulisan bisa menembus seribu atau lebih kepala,” pungkasnya.

Di akhir materinya Akbar menyampaikan sejarah para ulama dan cendekiawan muslim atas karya-karya dan semangat mereka dalam menulis, yang sampai hari ini tulisan dan karya mereka dapat kita pelajari dan mengambil manfaat darinya.

“Ibnu Al-Jauzi berkata ‘Aku menulis dengan jari-jemariku 2.000 jilid. Telah bertaubat melalui kedua tanganku 100.000 orang dan telah masuk Islam dengan tanganku 20.000 (Tadzkirah al-Huffadz : 4/1344)’ dan Imam Bukhari terbangun sebanyak 15-20 kali dalam semalam untuk menulis ilmu yang terbenak dalam pikirannya, dan masih banyak lagi ulama yang memiliki karya besar seperti Imam Ibnu Aqil yang menulis Kitab Al Funun sebanyak 800 jilid,” tutupnya.