Polda Sulsel Realese Capaian Kegiatan Selama Setahun

Diterbitkan oleh Admin pada Rabu, 30 Desember 2020 19:15 WIB dengan kategori Headline Makassar dan sudah 320 kali ditampilkan

MAKASSAR, -- Kepolisian Negara Republik Indonesia Daerah Sulawesi Selatan menggelar jumpa pers akhir tahun yang dihadiri Wakapolda Sulsel, Irwasda Polda Sulsel, para pejabat utama polda sulsel, Kapolrestabes Makassar bersama Insan Pers. terkininews.com

Sebelum Kapolda Sulsel Inspektur Jenderal Polisi Drs. Merdisyam, M.Si. Rabu (30/12/2020) menyampaikan informasi tentang situasi dan kondisi sepanjang tahun 2020, selaku pimpinan Polda Sulsel terlebih dahulu menyampaikan rasa terimakasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya atas kinerja seluruh personel Polda Sulsel atas kerja keras, dedikasi, loyalitas, kinerja dan pengabdian yang tulus, sehingga stabilitas kamtibmas prov. sulsel di masa pandemi covid-19 senantiasa terkendali dan kondusif.

Bahkan kepada para wartawan/ insan pers yang bertugas di wilayah sulsel, yang dengan setia serta penuh rasa tanggung jawab selalu memberitakan setiap gangguan kamtibmas yang terjadi sekecil apapun untuk dapat menjadi konsumsi publik, khususnya bagi masyarakat yang berdomisili di provinsi Sulsel. sehingga seluruh lapisan masyarakat dapat mengikuti dengan cermat setiap kejadian dan upaya yang dilakukan oleh jajaran polda sulsel. 

Dirinya juga menyampaikan 7 (tujuh) hal pokok informasi meliputi informasi pada aspek pembinaan, aspek operasional, kegiatan kreatif/ inovatif polda sulsel tahun 2020. upaya antisipasi ke depan, kebijakan dan strategi Kapolda Sulsel. harapan dan himbauan serta  berbagai operasi kepolisian yang dilaksanakan Polda Sulsel selama tahun 2020. 

Namun sebelum menjelaskan substansi informasi yang dimaksud, Kapolda Sulsel Drs. Merdisyam, M.Si. terlebih dahulu menyampaikan tugas pokok (Tupoksi) Polri sesuai undang-undang nomor 2 tahun 2002 tentang kepolisian negara republik indonesia yaitu Memelihara Keamanan Dan Ketertiban Masyarakat, Menegakkan Hukum, Serta Memberikan Perlindungan, Pengayoman, dan Pelayanan Kepada Masyarakat. 

"Sesuai dengan tugas pokok tersebut, informasi yang akan disampaikan meliputi upaya-upaya pembinaan dan operasional polri yang telah mengintegrasikan kebijakan-kebijakan polri dengan reformasi birokrasi pemerintah dan diakselerasikan antara target-target pencapaian dengan program pemerintah." Kata Kapolda Sulsel

Lanjut dengan melakukan upaya – upaya percepatan melalui kebijakan akselerasi reformasi birokrasi polri dan dengan program quick wins, prioritas pembenahan lebih difokuskan pada bidang jasa pelayanan polri yang menyentuh langsung kepentingan masyarakat yang sebelumnya sarat komplin dan keluhan. 

"Upaya - upaya ini bergulir dalam rangka reformasi birokrasi pemerintah, saat ini polri menjadi lembaga yang efektif, efisien, transparan dan akuntabel dalam rangka memenuhi tuntutan dan harapan masyarakat terhadap kinerja Polri." Terangnya

Adapun paparan yang disampaikan Kapolda Sulsel adalah gambaran umum kinerja Polri khususnya pada tubuh Polda Sulsel yang mencakup aspek pembinaan maupun operasional pada tahun 2020 per Januari hingga Desember anyaralain pada aspek pembinaan personel yang dalam rekrutmen telah ditetapkan prinsip prinsip bersih, transparan, akuntabel dan humanis. 

Kemudian penyelenggaraan tes akademik dengan sistem cat (computer assisted test) dalam seleksi pengembangan dan penerima calon anggota polri t.a 2020-2021. Mou dengan beberapa lembaga/instansi (Lsm, Pwi, Diknas Prov. Sulsel, Capil Sulsel, IDI) terkait dalam penerimaan polri pembekalan dan pelatihan keterampilan bagi pegawai negeri pada polri jajaran polda sulsel jelang Purna Bhakti TA. 2020. 

Lalu kegiatan assessment center Polda Sulsel TA. 2020 antara lain : assessment internal polri meliputi assessment center personel jabatan kasatbinmas, kasatintelkam, kasatreskrim, wakapolres, kapolsek rural, jabatan kasatlantas, kasatnarkoba, kabagren, kapolsek urban, kasatshabara, kabagops dan kabag sumda.

Kapolda Sulsel juga memaparkan jumlah jajaran seluruh personel Polda Sulsel 18.638 orang yang terdiri dari 

  1. Anggota Polri : 17.989 orang 
  2. Pns polri : 649 orang

Memberikan reward kepada personel antara lain kenaikan pangkat sebanyak 2.874 orang : 

  • anggota polri : 2.788 orang 
  • pns polri : 86 orang 

Pendidikan sebanyak 153 orang

  • pag : 91 orang 
  • sip : 53 orang 
  • sespimma : 6 orang 
  • sespimmen : 3 orang 

Adapun penghargaan 

  • inovasi kreatif : 78 orang 
  • pengungkapan kasus : 81 orang 
  • operasional : 635 orang 

Sementara penerimaan anggota polri antara lain
a) akpol : 8 orang 
b) bintara : 422 orang 
c) tamtama : 20 orang 

Pada capaian aspek pengawasan Kapolda Sulsel juga telah melakukan pengawasan internal secara struktural dilakukan oleh itwasda, bid propam dan bidkum polda sulsel terkait administrasi, disiplin, etika profesi dan tindak pidana oleh oknum polri, pengawasan fungsional untuk kontrol penyidikan dilakukan oleh pengawas penyidik dan pengawasan eksternal oleh lembaga-lembaga negara yang independen seperti komnas ham, kompolnas, ombudsman dan lsm seperti Kontras, Ylbhi, Ipw, Icw. 

Menurutnya walaupun pembinaan oleh pimpinan di semua level organisasi kepolisian terus dilakukan, namun terhadap anggota yang melanggar disiplin, kode etik, maupun pidana secara tegas tetap diberikan sanksi.

"Tahun 2020 periode Januari s/d Desember terkait Garplin ada 325 kasus, selesai 279 kasus dan terkait kode etik 111 orang dan rekomendasi ptdh sebanyak 11 orang (disersi 6 orang, narkoba 2 orang, pembunuhan incracht 1 orang, perselingkuhan 1 orang, dan penggelapan 1 orang." Terangnya

Lanjut menurutnya pada aspek operasional Kapolda Sulsel telah menerapkan Kamseltibcar Lantas seperti pada

  1. kecelakaan lalu lintas tahun 2019 sebanyak 6.768 sedangkan tahun 2020 (jan–des) sebanyak 4.412, mengalami penurunan sebanyak 2.356 kasus atau sebanyak 35%. 
  2. korban meninggal dunia tahun 2019 sebanyak 1.002 orang sedangkan tahun 2020 (jan–des) sebanyak 745 orang mengalami penurunan sebanyak 257 orang atau sebanyak 26%.
  3. korban luka berat tahun 2019 sebanyak 383 orang sedangkan tahun 2020 (jan-des) sebanyak 226 orang mengalami penurunan sebanyak 157 orang atau sebanyak 41%.
  4. korban luka ringan tahun 2019 sebanyak 8.427 orang sedangkan tahun 2020 (jan-des) sebanyak 5.475 orang mengalami penurunan sebanyak 2.952 orang atau sebanyak 35%. 
  5. pelanggaran lalu lintas tahun 2019 sebanyak 130.657 pelanggaran sedangkan pada tahun 2020 (jan-des) sebanyak 66.525 pelanggaran mengalami penurunan sebanyak 64.132 pelanggaran atau sebanyak 49%.

Angka - angka tersebut masih menjadi tantangan dan memerlukan kerja keras dan sinergitas berbagai pihak serta peningkatan kepatuhan hukum masyarakat, untuk terus menerus berupaya meningkatkan kualitas berlalu - lintas di provinsi sulsel, karena kecelakaan lalu–lintas berawal dari pelanggaran terhadap aturan dan etika berlalu - lintas serta dalam keadaan tidak sadarkan diri/ ngantuk atau tidak konsentrasi. 

Namun dalam situasi dan kondisi umum lalu-lintas di provinsi sulsel, dengan segenap potensi dan kemampuan yang ada, polri yang didukung oleh stakeholders telah dapat mengamankan lalu–lintas dengan baik dalam rangka peningkatan jasa pelayanan kepolisian sebagai wujud komitmen polri untuk terus–menerus berupaya meningkatkan efektifitas, efisiensi, transparansi dan akuntabilitas pelayanan publik telah dilakukan terobosan pada pelayanan Sim Online Satpas Polrestabes Makassar. 

Layanan pembayaran pajak ranmor melalui gerai samsat di mall dan unit kendaraan samsat keliling. Integrasi/ online data ranmor bpkb dan samsat. Online data ranmor Bpkb dan regident center korlantas polri. Pembayaran pajak pengesahan per tahun dapat melalui atm (online), maupun di gerai samsat. Sistem penindakan pelanggaran dengan menggunakan media elektronik CCTV (e-tle). 

Sementara capaian penindakan pada kasus kriminalitas Polda Sulsel dalam tindak pidana umum, data penanganan kasus tindak pidana umum ditreskrimum Polda Sulsel dan jajaran terjadi penurunan kasus sebanyak 2.271 kasus. 

Sementara untuk tindak pidana khusus dalam data penanganan kasus tipikor dan penyelamatan uang negara ditreskrimsus dan jajaran Polda Sulsel juga terjadi penurunan kasus sebanyak 61 kasus dan jumlah uang negara yang berhasil diselamatkan pada tahun 2020 sebesar rp 15.332.774.235.- (lima belas milyar tiga ratus tiga puluh dua juta tujuh ratus tujuh puluh empat ribu dua ratus tiga puluh lima rupiah). 

Lanjut untuk data penyelesaian perkara yang ditangani ditreskrimsus dan jajaran Polda Sulsel pada kasus penyalagunaan narkotika yang dapat diungkap pada tahun 2019 berjumlah 1.996 perkara sedangkan pada tahun 2020 berjumlah 2.089 perkara. mengalami kenaikan sebanyak 93 kasus atau sebanyak 4,6%, dengan jumlah tersangka yang ditangkap pada tahun 2020 berjumlah 2.933 orang (lk 2.689 dan pr 244). 

  • bandar : 14 orang 
  • pengedar : 316 orang 
  • pengguna : 2.603 orang 

Dengan barang bukti yang yang berhasil diamankan pada tahun 2020 sebagai berikut: 

  • narkotika jenis ganja :1 kg 14,4765 gram 
  • shabu : 32 kg 217,7398 gram. 
  • obat-obatan daftar g : 34.616 butir 
  • ekstasi : 12.088 butir 
  • sintetis : 5 kg 168,9267 gram 

Ditambahkannya bahwa satgas saber pungli Polda Sulsel juga telah menangani kasus yang ditangani satgasda saber pungli selama 2020 sebanyak 1 kasus.

Adapun gelar perkara dugaan tindak pidana korupsi pemberian uang sebesar rp 200.000.000,- (dua ratus juta rupiah) oleh pengacara saudara Amran Alimuddin,SH kepada Lsm Gempar sehubungan dengan pembebasan lahan oleh PT. Perumnas kepada warga kabupaten maros di kabupaten maros disepakati dilakukan penghentian penyelidikan karena peristiwa yang diduga tindak pidana korupsi, bukan merupakan tindak pidana korupsi karena tidak terpenuhinya unsur unsur sebagaimana diatur dalam pasal 5 ayat (1) huruf a dan huruf b pasal 11, pasal 12 huruf a dan pasal 12 b undang-undang no. 31 t ahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi sebagaimana telah diubah dengan dengan undang-undang no. 20 tahun 2001 tentang perubahan atas undang-undang no.31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi dan apabila ditemukan bukti baru berkaitan dengan perkara tersebut perlu dilakukan penyelidikan lanjutan. 

Kapolda Sulsel juga memaparkan penanganan Covid-19 yang dalam rangka mencegah penyebaran Covid-19, Polda Sulsel melaksanakan kegiatan operasi dan langkah-langkah strategi antara lain : 

a) operasi aman nusa ii, yang saat ini memasuki tahap ke-vi, yang terdiri dari 6 satgas yaitu satgas deteksi dini, satgas pencegahan, satgas penanganan, satgas rehabilitasi, satgas penegakan hukum dan satgas bantuan operasi 

b) operasi yustisi, yang dilaksanakan secara stasioner dan mobile, dengan mengedepankan satpol pp, dibackup tni dan polri di titik-titik keramaian masyarakat. adapun kegiatan yang telah dilaksanakan polda sulsel dan jajaran dari tanggal 14 September s/d 29 Desember 2020 dengan hasil jumlah kegiatan sebanyak 194.305 giat diantaranya razia : 66.757, himbauan : 47.660, pembubaran kerumunan : 793, pembagian masker 79.095 dan pelaksanaan sanksi sebanyak 613.134, teguran lisan 540.034, teguran tertulis 37.115, sanksi sosial 35.246, denda administrasi 738 dengan nilai 44.750.000, rupiah serta penghentian/ penutupan tempat usaha sementara berjumlah 1 kasus

Adapun menurut Kapolda Sulsel dalam program Balla Ewako, yang mengedepankan sinergitas tiga pilar (bhabinkamtibmas, babinsa dan lurah/ kepala desa) sebagai basis utama pencegahan Covid-19 yang pada dasarnya merupakan upaya community development, dalam mengedukasi dan melatih masyarakat untuk disiplin, tertib dan hidup sehat, seraya membangun kemandirian ekonomi warga masyarakat sampai saat ini di Sulawesi Selatan sudah didirikan 2.615 Balla Ewako di 3.048 desa/kelurahan yang tersebar di 25 kab/kota di sulsel.

Untuk capaian pengamanan pilkada serentak 2020 yang pelaksanaan pilkada pada 12 kabupaten kota yang berjalan sukses dan aman tanpa adanya gejolak yang berarti, polda sulsel dan seluruh jajarannya telah menggelar kekuatan berjumlah 8.574 personel dengan rincian Polres yang melaksanakan pilkada berjumlah 5.008 personil diantaranya

  • Bko Polda Sulsel : 2.093 pers 
  • Bko Polres Jajaran : 973 pers 
  • Bko Brimob Nusantara : 500 pers 

Selain dilanksanakan penggelaran kekuatan, juga dilakukan rangkaian kegiatan berupa preventif kegiatan komunikasi dengan semua tim sukses paslon, pendekatan tokoh masyarakat dan tokoh politik, patroli dialogis terutama di daerah rawan, pengamanan yang dititik beratkan pada Panwas, Kpu dan Distribusi Kotak Suara Ke Tps, Pam Kotak Suara di PPK, serta pam perhitungan. antipasi dan penanganan cepat terhadap potensi konflik sekecil apapun. Operasi kepolisian yang dilaksanakan polda sulsel tahun 2020. 

Sementara dalam rangka mengatasi berbagai gangguan keamanan tersebut Polda Sulsel telah menggelar operasi kepolisian terpusat maupun kewilayahan meliputi operasi kepolisian terpusat 

Lanjut juga ada operasi Aman Nusa II-2020, sasarannya yaitu penanganan covid-19 dengan 6 tahapan sejak Maret hingga Desember, kemudian operasi ketupat, penanganan hari raya Idul Fitri 1441 h (24 april s/d 30 mei 2020). Operasi kepolisian kewilayahan, Ops Antik 2020, penegakan hukum terhadap pelaku penyalagunaan narkotika, psikotropika dan bahan berbahaya lainnya. (16 maret s/d 04 april 2020), Ops keselamatan 2020, cipta kondisi dalam rangka peringatan simpatik masyarakat terhadap polantas serta pencegahan covid-19. (6 s/d 9 april 2020). Ops Patuh 2020, cipta kondisi dalam rangka menngkatkan kesadaran dan kepatuhan masyarakat di bidang kamseltibcarlantas di tengah covid-19. (23 juli s/d 5 agustus 2020) Ops zebra 2020, cipta kondisi kamseltibcarlantas menghadapi perayaan natal 2020 dan tahun baru 2021 di tengah pandemi Covid-19 (26 oktober s/d 8 november 2020), Operasi Bina Kusuma Lipu 2020, menurunkan tingkat kejahatan premanisme, kejahatan jalanan, geng motor, judi, miras, dan peredaran gelap obat terlarang yang meresahkan masyarakat dengan adanya pernyataan sikap dari perwakilan warga masyarakat setempat (13 s/d 26 agustus 2020), operasi bina waspada lipu 2020, penciptaan kondisikamtibmas melalui peningkatan kesadaran guna mencegah / menghilangkan terorisme aliran kelompok radikalis baik agama maupun ideologi serta membebaskan warga masyarakat dari paparan covid-19. (14 s/d 29 september 2020) dan operasi sikat 2020, penindakan hukum terhadap curas, curat, curanmor, pencurian, curwan, penadah, aniaya, dan pengrusakan. (9 s/d 28 november 2020) 

Berbagai operasi tersebut dapat mewujudkan situasi kamtibmas yang lebih kondusif untuk ditindak lanjuti dalam kegiatan kepolisian dengan tetap mengutamakan tindakan preemtif dan preventif terhadap berbagai bentuk pelanggaran hukum.

Sementara untuk kegiatan kreatif/ inovatif Polda Sulsel selama tahun 2020 telah melakukan pemantapan reformasi internal polri dengan pelayanan publik yang lebih mudah berbasis TI, penanganan pok radikal pro kekerasan dan intoleransi yang lebih optimal, peningkatan profesionalisme Polda Sulsel menuju keunggulan, peningkatan kesejahteraan anggota polri, tata kelembagaan, pemenuhan proporsionalitas gar dan kebutuhan min sarpras, membangun kesadaran dan partisipasi masyarakat terhadap kamtibmas, penguatan harkamtibmas, penegakan hukum yang lebih profesional dan berkeadilan, penguatan pengawasan, dan quick wins polri.

Adapun kebijakan dan strategi Kapolda Sulsel selama 2020 telah mengoptimalkan pelayanan publik Polri dalam penegakan hukum pengembangan almatsus kepolisian, regulasi dan meningkatan profesionalisme dan kesejahteraan SDM Polda Sulsel, meningkatkan sistem pengawasan yang efektif dan terpercaya. 

Lanjut Kapolda Sulsel dalam mengantisipasi keadaan kedepan pihaknya telah membangun kemitraan dan mengajak stakeholders serta masyarakat untuk bersama Polri mewujudkan situasi kamtibmas yang kondusif dalam rangka mendukung program pembangunan di Sulsel dan mengajak masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dalam menghadapi situasi yang cepat dan sulit, serta membangun toleransi terhadap umat beragama, memperkokoh persatuan dan kesatuan dalam menjaga 4 (empat) pilar kebangsaan yaitu bhineka tunggal ika, pancasila, UUD 1945, dan NKRI, meningkatkan pam mako dan kegiatan operasi kepolisian dengan tetap mengedepankan cara preemtif, preventif, dan penegakan hukum yang profesional dan proporsional, memaksimalkan peran Cyber di media sosial, Online, dan konvensional bersama TNI, Pemda, dan stakeholders mencegah penyebaran covid-19 dengan menerapkan protokol kesehatan, pembagian masker serta melaksanakan operasi yustisi dalam meningkatkan disiplin masyarakat serta membantu penyaluran bansos serta gakkum terhadap penyelewengan. 

Adapun harapan dan himbauan Kapolda Sulsel berpesan tetap waspada terhadap berbagai kemungkinan gangguan kamtibmas dengan meningkatkan keamanan lingkungan, perumahan, perkantoran serta industri melalui kegiatan pamswakarsa dan siskamling, kemudian budayakan wajib lapor terhadap tamu yang masuk di pemukiman atau perumahan dalam rangka memperketat ruang gerak aliran keras atau terorisme. 

"Antispasi dampak covid-19, baik terhadap penularannya dengan menumbuhkan kesadaran untuk menerapkan protokol kesehatan, meningkatkan imun diri dengan makanan bergizi, serta dampak ikutannya berupa pemutusan hubungan kerja, merumahkan pegawai, berkurangnya lapangan kerja kerena banyak kegiatan ekonomi ditutup yang bisa berkorelasi terhadap meningkatnya tindak kejahatan, terhadap pemerintah daerah agar mendorong produktifitas pangan untuk membantu masyarakat terkena dampak covid-19, tumbuhkan kepedulian sosial, pastikan bansos diterima dengan baik kepada yang berhak" Harap Kapolda

Dari informasi yang telah disampaikan tersebut, polri dalam hal ini polda sulsel telah berupaya semaksimal mungkin melakukan tugas pokoknya dalam memberikan perlindungan, pengayoman, pelayanan, harkamtibmas dan penegakan hukum, serta dengan obyektif dan konsekuen melakukan tindakan tegas kepada oknum-oknum polri yang terbukti melakukan penyimpangan. 

Kepada seluruh masyarakat sulawesi selatan, TNI, Pemerintah Daerah, Insan Pers dan Stakeholder terkait serta segenap elemen masyarakat, kami sampaikan terima kasih dan penghargaan atas dukungan dan kerja samanya sehingga situasi kamtibmas di sulawesi selatan senantiasa terjaga. izinkan saya atas nama pribadi dan institusi polda sulsel, menyampaikan permohonan maaf apabila kami belum mampu menampilkan kinerja sesuai yang diharapkan masyarakat, namun kami (18.638 personel polda sulsel) selalu mempunyai tekad bahwa hari ini harus lebih baik dari kemarin dan hari esok harus lebih baik dari hari ini. Tutup Kapolda Sulsel (*/)