Angka Kriminalitas di Wilayah Hukum Kendal Tahun 2020 Meningkat

Diterbitkan oleh Adhie pada Kamis, 31 Desember 2020 17:40 WIB dengan kategori Daerah Headline dan sudah 309 kali ditampilkan

KENDAL- TERKININEWS.COM
Prosentase penyelesaian perkara kriminalitas di wilayah Kabupaten Kendal selama
tahun 2020 mengalami kenaikan jika dibandingkan tahun 2019. Sedang total
gangguan kamtibmas naik 87 kasus atau sekitar 41,1% dari 193 kasus pada tahun
2019 menjadi 280 kasus di tahun 2020.

Kapolres Kendal, AKBP Raphael Sandhy Cahya Priambodo menyampaikan data yang diterima dari Polres Kendal, sepanjang 2020 jumlah kasus kriminalitas di
Kendal mencapai 190 kasus. Angka tersebut naik sekitar 14,2% dari jumlah
kejahatan yang terjadi pada 2019, yakni sejumlah 163 kasus.

"Dari kasus sebanyak itu, sekitar 146 kasus di antaranya merupakan kasus kejahatan
yang menyebabkan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat, seperti
pencurian dengan pemberatan (curat), pencurian kendaraan bermotor (curanmor)
narkoba, penipuan, dan perjudian. Untuk kasus curat sepanjang 2020 di Kendal mencapai 56 kasus atau naik 25 kasus atau sekitar 44,6% dari tahun 2019, yakni 31 kasus. Sementara kasus Curanmor juga
mengalami kenaikan dari 20 kasus di tahun 2019 menjadi 35 kasus di tahun 2020.
Untuk kasus pencurian dengan kekerasan (curas), dan peredaran uang palsu (upal)
justru menurun hanya 1 kasus," jelasnya.

Disampaikan Kapolres, kasus kejahatan tindak penyalahgunaan Narkoba
sepanjang 2020, tercatat ada 37 kasus Narkoba atau naik 17 kasus dibanding 2019,
yakni 21 kasus. Untuk penyelesaian perkara narkoba mengalami kenaikan yakni 29
kasus di tahun 2020 dan 28 kasus di tahun 2019. Sementara untuk kasus Curas turun dari 8 kasus di tahun 2019, menjadi 6 kasus di
tahun 2020 atau turun 25%.
Adapun dengan kasus peredaran uang palsu
mengalami penurunan. Pada 2019 tercatat ada 2 kasus peredaran uang palsu yang
ditangani Polres Kendal. Namun, jumlah itu turun 50% pada tahun 2020 menjadi 1
kasus.

"Selain menangani kasus tindak pidana kejahatan, selama 2020 jajaran Polres
Kendal juga terlibat dalam berbagai kegiatan operasi yustisi dalam rangka
pencegahan penyebaran Covid-19. Total ada 87.092 kegiatan operasi yustisi yang melibatkan jajaran Polres Kendal bersama TNI dan Satpol PP. Dari kegiatan itu, sebanyak 87.092 orang
pelanggar terjaring razia. 52.456 pelanggar mendapat sanksi teguran lisan,
5.334 pelanggar mendapat sanksi tertulis dan 26.719 pelanggar ditindak sanksi
sosial. Sementara 2574 pelanggar berupa denda administrasi dengan total jumlah nilai denda mencapai Rp 121.185.000," ujarnya.

Selanjutnya dalam bidang lalu lintas, Kapolres menerangkan, angka kecelakaan lalu lintas di Kendal mengalami kenaikan yakni 94 kasus. Dari tahun 2019 sebanyak 358 kasus menjadi 452 kasus di tahun 2020 atau naik 20,7% dengan penyelesaian perkara masing-masing tahun sama mencapai 100%.

"Korban meninggal turun 29 orang atau 42,85% dengan rincian tahun 2019 ada
120 orang, menjadi 91 orang di tahun 2020. Korban luka berat naik 4 orang atau dengan rincian 3 orang di tahun 2019 dan 7 orang di tahun 2020. Sedangkan untuk korban luka ringan naik 94 orang, dari 334 orang di tahun 2019 menjadi 428 orang di tahun 2020. Untuk kerugian material naik 22,69% dari Rp. 179.140.000,- tahun 2019 menjadi Rp. 231.600.000,- di tahun 2020," pungkas Sandhy.
Suroto Anto Saputro