Kolisun Diduga Korban Sriwijaya Air SJ 182 Asal Kendal

Diterbitkan oleh Adhie pada Selasa, 12 Januari 2021 07:20 WIB dengan kategori Daerah Headline dan sudah 591 kali ditampilkan

KENDAL - TERKININEWS.COM
Hilangnya pesawat Sriwijaya Air SJ 182 tujuan Jakarta - Pontianak yang diperkirakan jatuh sekitar pulau Laki dan pulau Lancang Kepulauan Seribu Sabtu (9/1/2021) meninggal kan duka yang sangat dalam bagi bangsa Indonesia umumnya dan khususnya bagi keluarga para korban.

Salah satu korban jatuhnya Sriwijaya Air SJ 182 diduga warga Desa Taman Gede Kecamatan Gemuh Kabupaten Kendal bernama  Kolisum (35) yang beristri Evi (30) warga Desa Semparuk RT.39 RW.12 Kecamatan Semparuk Kabupaten Sambas Kalimantan Barat dan telah dikaruniai 3 anak.

Ibu Sa'adah (52) ibu kandung Kolisun (35) hanya bisa pasrah jika benar anaknya meninggal dunia karena kecelakaan pesawat yang ditumpanginya (Sriwijaya Air). "saya mendapat kabar dari istinya bahwa Kolisun salah satu korban Sriwijaya Air, anak saya beristri orang Sambas dan menetap disana bersama istri dan anaknya" ucap Sa'adah sambil menunjukan poto korban dan istrinya Senin (11/1/2021) di rumahnya.

Masih kata Sa'adah, bahwa anaknya Kolisun berprofesi sebagai pedagang alat - alat dapur dan pakaian. Kolisun bolak - balik Solo - Sambas, ia belanja di Solo dan barang dagangan dijual di Sambas Kalimantan Barat."salah satu anaknya di pesantrenkan di Jawa Timur kadang mampir dulu sebelum belanja ke Solo" kenang Sa'adah.

Munadi Kepala Desa Taman Gede Kecamatan Gemuh Kabupaten Kendal membenarkan bahwa Kolisun merupakan salah satu warganya, namun sudah domisili di Sambas Kalimantan Barat ikut istrinya. "Benar dia itu warga Desa Taman Gede karena besistri orang Sambas dia pun pindah ke sana" terang Munadi.

Sementara itu menurut Kapolsek Gemuh Polres Kendal AKP Abdullah Umar menuturkan, korban sudah punya anak 3 dari pasangan Evi (30) orang Sambas dan korban sudah domisili tetap di Sambas"korban setiap tahun pulang ke rumah orang tuanya, kadang menyempatkan mampir sebelum belanja di Solo" tutupnya. 
Suroto Anto Saputro