Kelompok Petani di Bintan Keluhkan Efek Kerusakan Lahan dari Pembangunan PT BAI

Diterbitkan oleh Admin pada Sabtu, 30 Januari 2021 21:48 WIB dengan kategori Bintan Headline dan sudah 181 kali ditampilkan

BINTAN -  Petani di Galang Batang, Desa Gunung Kijang, Kecamatan Gunung Kijang, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau mengeluhkan kerusakan lahan pertanian yang biasa digunakan untuk bercocok tanam mereka rusak pasca pembangunan  besar-besaran yang dilakukan PT BAI.

Ekpoitasi lahan membuat lahan pertanian di sekitarnya menjadi rusak dan tidak bisa digunakan untuk bercocok tanam.

Diantara lahan petani yang terdampak adalah milik Pomin, H. Husen Abdullah, Alfin Nur almarhum, Sukadi. 
Bahkan lahan Sukadi yang biasanya ditanami semangka sekarang sudah tidak bisa ditanami semangka lagi karena akses jalan ke lokasi tertutup air sepanjang 150 meter. 

"Kita melihat dari pembangunan waduk buatan dan aktifasi PT BAI saat ini merugikan lingkungan pertanian yang sudah dilakuka  sejak lama," kata salah seorang petani Sukadi.

Dia menambahkan sebelum PT BAI ada tanaman yang mereka tanam lahannya subur dan tidak rusak bisa panen berkali-kali.
Selain lahan pertanian yang tidak bisa ditanami karena terendam air juga ada petani yang akses jalan masuk menuju kebun tergenang air sehingga mereka menggunakan rakit yang dibuat dari drum plastik sebagai sarana transportasi. Sehingga sangat menyulitkan ketika akan memasukkan pupuk dan mengeluarkan hasil panen. 

"Kita sudah bertemu dengan manajemen PT BAI tapi keluhan kita hanya sekedar dicatat tidak ada follow upnya, kita berharap pemerintah dan PT BAI bisa mencari jalan tengah karena mayoritas masyarakat disini hidup dari kebun pertanian yang sudah lama mereka garap. Kita sebagai masyarakat senang adanya investor yang masuk ke Indonesia, tapi dengan masuknya investor jangan sampai justru merugikan masyarakat tempatan," tutup Sukadi petani setempat.