Syafei Pertanyakan Lonjakan Tagihan Konsumen Bright PLN Batam

Diterbitkan oleh Adhie pada Sabtu, 30 Januari 2021 14:37 WIB dengan kategori Batam Headline dan sudah 98 kali ditampilkan

BATAM – Pengurus DPD (Dewan Pimpinan Daerah) PKS Kota Batam bersama Anggota DPRD Fraksi PKS Kota Batam berkunjung ke Kantor Pusat PT. Bright PLN Batam di Batam Center, membahas pelayanan listrik di Kota Batam, Jum’at (29/01/2021).

Kehadiran Pengurus DPD PKS Batam bersama Aleg PKS disambut hangat oleh Dirut PT Bright PLN Batam, Budi Pangestu bersama jajarannya.

Dalam kunjungan ini, Sekretaris DPD PKS Kota Batam Warya Burhanuddin menyampaikan bahwa pertemuan hari ini merupakan bagian dari agenda kerjasama dan komunikasi PKS dengan instansi-instansi yang melayani hajat hidup orang banyak.

Selanjutnya, Ketua DPD PKS Kota Batam yang juga Aleg PKS DPRD Provinsi Kepri Komisi III, Yusuf S.Mn, MM juga memperkenalkan singkat jajaran pengurus baru di PKS dari Presiden PKS, Ketua DPW dan DPD PKS serta tagline baru PKS, yaitu #PKSPelayanRakyat.  “PKS bersama melayani rakyat, jadi diharapkan dapat terjalin kerjasama yang baik antara PKS dan PT. Bright PLN Batam dalam melayani rakyat.” lanjutnya. 
Budi Pangestu yang menjadi Dirut PT Bright PLN Batam sejak Juni 2020 ini pun menyampaikan bahwa pelayanan PT. Bright PLN Batam sampai saat ini masih berjalan baik, “Pelayanan PLN di Batam seluruhnya sudah ter-cover, hanya tersisa 12 Dusun yg belum, yang berada di Pulau Galang,” ungkapnya. 

Pertemuan berlangsung hangat dengan diskusi dan tanya-jawab mengenai kondisi kekinian PT Bright PLN Batam dan pelayanannya. Terutama dalam kondisi pandemik Covid-19,  dimana PKS Batam berharap tidak ada kenaikan tarif dasar listrik bagi masyarakat.

Rohaizat Ketua Fraksi PKS Kota Batam dan juga Wakil Komisi 3 DPRD Kota Batam mempertanyakan kembali tentang coverage supply energi listrik di Pulau-pulau Kota Batam serta kejadian black out sebelumnya pada pertengahan tahun 2020 yang berdampak padamnya juga aliran listrik ke Pulau Bintan dan Tanjung Pinang.

Dijawab oleh Budi Pangestu bahwa coverage area yang menjadi tanggung jawab PT. Bright PLN Batam adalah Batam, Rempang dan Galang. Sedangkan Pulau-pulau lainnya seperti Bulang dan Belakang Padang adalah KWRL PLN Riau Pekanbaru. Dan terkait dengan padamnya aliran listrik sampai ke Bintan dan Tanjung Pinang karena energi listriknya disupply dari PT. Bright PLN Batam sebesar 5-10 Megawatt sehingga bila terjadi masalah dengan Pembangkit listrik di Batam akan berdampak pula ke Bintan dan Tanjung Pinang.

Muhammad Syafei Anggota Komisi 2 DPRD Kota Batam mempertanyakan tentang status penyelesaian lonjakan kenaikan tagihan pemakaian listrik konsumen yang terjadi pada pertengahan tahun 2020 disebabkan karena tidak turunnya petugas PLN di lapangan untuk memphoto/mengecek meteran Kwh Meter pelanggan tetapi hanya berdasarkan pemakaian pro-rate pada 3 bulan sebelumnya saja. Dan terkait dengan kompensasi pembebasan tagihan pemakaian listrik bagi konsumen yang memiliki daya 450 VA/2A di masa pandemi ini.

Dijawab oleh Budi Pangestu bahwa permasalahan lonjakan kenaikan tagihan listrik saat ini sudah selesai dengan diberikannya keringanan pembayaran  dengan cara mencicil paling lama 9 bulan bergantung hasil negosiasi antara konsumen dan Bright PLN. Dan terkait dengan kompensasi pembebasan tagihan listrik bagi konsumen yang memiliki daya 450VA/2A sebanyak 894 pelanggan dari total 330.000 pelanggan Bright PLN di Kota Batam atau secara nominal subsidi dari PT. Bright PLN kepada pelanggan 450VA/2A sekitar Rp 100 juta/bulan.

Sebagai penutup Shirhartanto selaku Sekretaris Corporate PT. Bright PLN juga mempunyai program CSR (Corporate Social Responsibility) kepada Kelompok Masyarakat khususnya untuk pemberdayaan ekonomi masyarakat..#